DLH Banyuwangi Ditunggu Langkah Tegas Soal Dugaan Pencemaran di Muncar, BRKS Masih Observasi Sejak 31 Agustus

- Redaktur

Minggu, 27 September 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi ditunggu kelanjutan langkahnya terkait dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Muncar.

Sementara itu, Banyuwangi Regional Knowledge System (BRKS) Banyuwangi menyebut masih melakukan observasi lapangan sejak 31 Agustus 2026. Fokus pemantauan diarahkan pada bau menyengat serta dugaan pengelolaan dan pembuangan limbah cold storage di sekitar kawasan pelabuhan Muncar.

Direktur Program BRKS Banyuwangi, Eka Rimawati, mengatakan timnya masih mengumpulkan informasi dari lapangan hingga kini. Pemeriksaan dilakukan untuk memotret kondisi lingkungan di sekitar Pelabuhan Muncar secara lebih utuh.

BRKS sendiri belum menarik kesimpulan mengenai sumber pencemaran yang diduga terjadi. Eka menegaskan, dugaan itu masih perlu ditelusuri lebih jauh melalui pemeriksaan yang lebih mendalam.

Selain observasi, BRKS juga telah menjadwalkan penelitian dalam waktu dekat. Kajian itu akan memeriksa persoalan bau, pengelolaan limbah, serta kemungkinan pembuangan limbah dari cold storage di kawasan tersebut. Hasil penelitian nantinya akan dibandingkan dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.

Persoalan lingkungan di kawasan itu bukan hal baru. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mencatat adanya laporan warga terkait bau menyengat di Sungai Kalimati, temuan kematian ikan dan amfibi, hingga kajian soal beban pencemaran limbah cair dari industri pengalengan ikan.

Pada 2024, penelitian lain juga menemukan mikroplastik pada air, zooplankton, dan ikan di kawasan PPP Muncar. Temuan-temuan tersebut menjadi latar belakang penting bagi observasi yang kini dilakukan BRKS.

Meski begitu, Eka menegaskan hasil kajian terdahulu tidak otomatis menggambarkan kondisi lingkungan pada 2026. Karena itu, BRKS menilai data lapangan terbaru tetap diperlukan.

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Kabupaten Banyuwangi terkait hasil sidak, uji laboratorium, maupun sanksi terkait dugaan pencemaran di Muncar. Padahal masyarakat menunggu langkah konkret DLH sebagai instansi yang berwenang.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada DLH Banyuwangi.

Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Hafid

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru