BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi ditunggu kelanjutan langkahnya terkait dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Muncar.
Sementara itu, Banyuwangi Regional Knowledge System (BRKS) Banyuwangi menyebut masih melakukan observasi lapangan sejak 31 Agustus 2026. Fokus pemantauan diarahkan pada bau menyengat serta dugaan pengelolaan dan pembuangan limbah cold storage di sekitar kawasan pelabuhan Muncar.
Direktur Program BRKS Banyuwangi, Eka Rimawati, mengatakan timnya masih mengumpulkan informasi dari lapangan hingga kini. Pemeriksaan dilakukan untuk memotret kondisi lingkungan di sekitar Pelabuhan Muncar secara lebih utuh.
BRKS sendiri belum menarik kesimpulan mengenai sumber pencemaran yang diduga terjadi. Eka menegaskan, dugaan itu masih perlu ditelusuri lebih jauh melalui pemeriksaan yang lebih mendalam.
Selain observasi, BRKS juga telah menjadwalkan penelitian dalam waktu dekat. Kajian itu akan memeriksa persoalan bau, pengelolaan limbah, serta kemungkinan pembuangan limbah dari cold storage di kawasan tersebut. Hasil penelitian nantinya akan dibandingkan dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Persoalan lingkungan di kawasan itu bukan hal baru. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mencatat adanya laporan warga terkait bau menyengat di Sungai Kalimati, temuan kematian ikan dan amfibi, hingga kajian soal beban pencemaran limbah cair dari industri pengalengan ikan.
Pada 2024, penelitian lain juga menemukan mikroplastik pada air, zooplankton, dan ikan di kawasan PPP Muncar. Temuan-temuan tersebut menjadi latar belakang penting bagi observasi yang kini dilakukan BRKS.
Meski begitu, Eka menegaskan hasil kajian terdahulu tidak otomatis menggambarkan kondisi lingkungan pada 2026. Karena itu, BRKS menilai data lapangan terbaru tetap diperlukan.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Kabupaten Banyuwangi terkait hasil sidak, uji laboratorium, maupun sanksi terkait dugaan pencemaran di Muncar. Padahal masyarakat menunggu langkah konkret DLH sebagai instansi yang berwenang.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada DLH Banyuwangi.
Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Hafid












