Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

- Redaktur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU, Jejaringindonesia.com – Polemik adanya konflik sosial yang terjadi di Jalan Daip, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu soal limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas milik terlapor, Jianto mendapat atensi dari Satreskrim Polres Batu dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Pasalnya, pada Senin (29/9/2026) lalu, Satreskrim Polres Batu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu telah melakukan disak ke lokasi dengan mengambil sampel limbah biogas kotoran sapi di lokasi pekarangan milik terlapor, Jianto.

Menunggu Hasil Sampel Keluar

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, S.H menyampaikan, bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi dengan mengambil sampel limbah kotoran sapi yang dimaksud.

“Kami telah datang ke lokasi untuk mengambil sampel limbah kotoran sapi, yang nantinya kami koordinasikan dengan dinas terkait (DLH-red) Kota Batu. Jadi, mohon bersabar karena hasilnya menunggu sepuluh hari,” terangnya kepada awak media, usai konferensi pers ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolres Batu, pada Kamis (1/10/2026).

Sebelumnya, konflik permasalahan sosial ini mencuat lantaran bau menyengat dampak dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas, dituding sebagai penyebab utama polemik yang dimaksud.

Kharisma yang berprofesi sebagai jurnalis di Kota Batu sebagai pelapor dan keluarganya, setiap hari dipaksa mencium aroma tak sedap gas amoniak dari biogas pengolahan limbah kotoran sapi setiap harinya.

“Setiap hari memang kami mencium bau gas amoniak dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas, sampai ibu saya sakit hingga batuk darah, maka dari itu demi rasa keadilan akhirnya saya didampingi rekan-rekan wartawan yang lain melaporkan ke Polres Batu,” tegasnya.

Apresiasi Kinerja Satreskrim Polres Batu

Berkaitan dengan polemik yang dimaksud, dirinya juga pihak keluarga mengapresiasi atas kinerja dari Satreskrim Polres Batu karena telah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami sekeluarga beserta rekan-rekan jurnalis mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja dari Satreskrim Polres Batu, karena telah mau menerima laporan dan menindaklanjuti dengan memproses hingga ke tahap penyidikan dengan mengambil sampel, hingga menunggu informasi hasil lab keluar,” pungkas wartawati yang tergabung di Pokja Jurnalis Polres Batu ini.

Sementara itu, Zulkifli saksi pelapor yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini mengungkapkan, bahwasanya saat berkunjung ke kediaman Kharisma bersama rekan-rekan media yang lain juga mengaku mencium aroma busuk dampak dari gas amoniak tersebut.

“Terus terang ketika kami kesini, setiap harinya memang mencium bau tak sedap dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas milik terlapor, Jianto. Maka dari itu, kami sengaja melapor agar dapat segera ditindak tegas, jika ditemukan unsur pidananya seperti menganggu ketertiban umum dan pencemaran lingkungan,” tegasnya.

Berharap ada Rasa Keadilan bagi Pelapor

Dirinya menambahkan, berkaitan dengan permasalahan konflik sosial tersebut berharap, agar dapat memenuhi rasa keadilan, terutama bagi keluarga pelapor.

“Ya, tentunya harapan saya agar kasus ini menjadi terang benderang, karena informasinya saat saya melakukan sesi wawancara diketahui terlapor mendapatkan bantuan melalui Gapoktan, termasuk dengan pengelolaan limbah kotoran sapi yang menjadi biogas,” imbuhnya.

Diduga dapat Bantuan melalui Gapoktan

Zulkifli juga menduga, bahwasanya pengelolaan limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas berdasarkan hasil wawancara dengan dinas terkait, belakangan diketahui terlapor mendapatkan bantuan.

“Informasi yang saya terima, saat wawancara beberapa waktu lalu terlapor mendapat bantuan melalui Gapoktan dari dinas terkait, maka dari itu harus ditelusuri aliran dana dari negara terkait dengan penggunaannya termasuk biogas yang saat ini menjadi konflik sosial,” tandasnya. (Ria)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota
Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru