BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Warga Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah produksi tahu.
Keluhan itu ditindaklanjuti Satpol PP Kecamatan Sempu dengan melakukan pengecekan ke lokasi pada Sabtu 11 September 2026. Hasilnya, aroma menyengat masih tercium di sekitar permukiman warga, meskipun limbah cair dari usaha tersebut sudah dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL.
Koordinator Satpol PP Kecamatan Sempu Oktavianto Yuda mengatakan, pemeriksaan dilakukan setelah menerima laporan warga yang disampaikan berulang kali. Petugas menelusuri area produksi hingga saluran pembuangan untuk memastikan sumber bau.
“Saat kami cek, bau masih cukup menyengat. Artinya pengolahan melalui IPAL belum sepenuhnya efektif mengatasi keluhan warga,” ujar Yuda.
Dari hasil pengecekan, aspek perizinan usaha tidak ditemukan masalah. Dokumen operasional pabrik tahu dinyatakan lengkap. Karena itu, fokus penanganan saat ini diarahkan pada dampak lingkungan.
Untuk mencari solusi, Satpol PP Sempu berencana memfasilitasi mediasi antara pemilik usaha dan perwakilan warga. Mediasi diharapkan menghasilkan kesepakatan teknis agar kegiatan produksi tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.
Beberapa opsi yang akan dibahas dalam mediasi antara lain perbaikan sistem IPAL dan penambahan zat pengurai bau.
“Kami upayakan ada solusi yang saling menguntungkan. Produksi tetap jalan, tapi warga juga nyaman,” pungkas Yuda.
Jurnalis: Boby
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Satpol PP Kecamatan Sempu












