Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu

- Redaktur

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU, JEJARING INDONESIA – Permasalahan sosial akibat bau limbah kotoran sapi sering kali memicu konflik antara peternak dan warga sekitar, seperti yang terjadi di RT 06 RW, 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Dampak utamanya meliputi polusi udara akibat gas metan dan amonia yang menyengat, pencemaran air tanah atau got dari limbah yang dibuang sembarangan, serta risiko gangguan kesehatan seperti gangguan pernapasan (ISPA) dan penurunan kualitas lingkungan.

Salah seorang warga setempat, Kharisma mengeluhkan aliran limbah kotoran sapi dari peternakan tetangga yang masuk ke saluran got depan rumahnya, hingga mengakibatkan bau busuk yang membuat mual perut, dan pusing kepala jika terhirup manusia.

Menurutnya, bau yang dihasilkan dari zat amonia dan metan hasil dari limbah pembuangan kotoran sapi mengalir tepat di depan rumahnya yang menganggu pernafasan sekeluarga, apalagi setiap kali tamu datang ke rumahnya juga mencium aroma tidak sedap hingga membuat mual dan muntah.

Tak hanya itu, bahkan sekeluarga juga mengaku terganggu dengan bau kotoran sapi yang mengaliri got depan rumahnya tersebut, setiap hari mengeluarkan bau menyengat terlebih jika mengalir.

“Terus terang ini sudah bertahun-tahun, baunya sangat menyengat sekali, apalagi saya sekeluarga malu kalau ada tamu mereka juga kebauan ditambah ibu saya yang sedang sakit juga merasa terganggu dengan bau kotoran sapi, hingga mengalami sesak nafas,” keluhnya, pada Rabu (10/6/2026).

Wanita yang berprofesi sebagai jurnalis ini menambahkan, jika pagi, siang, sore dan malam sering mengalir. Alhasil, bau aroma tidak sedap yang sangat menyengat sekali membuat sekeluarga tidak nyaman terasa hingga masuk ke dalam rumah.

Kharisma mengatakan, jika ia tidak bisa berani membuka pintu ruang tamu, dan jendela saat ada tamu datang karena bau masuk langsung masuk ke ruangan rumah.

Pantauan awak media di lokasi, kondisi semakin parah ketika tampungan limbah penuh dan merembes hingga ke tembok halaman rumahnya.

“Kami sangat terganggu sekali dan dan tidak nyaman, jadi sangat malu kalau ada tamu datang ke rumah, apalagi ibu saya juga sakit sesak nafas,” ungkapnya.

Atensi DLH Kota Batu Sidak ke Lokasi

Keluhan ini menyoroti persoalan pengelolaan limbah kotoran sapi peternakan di permukiman yang padat penduduk di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Berdasarkan kajian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, amonia dan metan dari kotoran hewan dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta menurunkan kualitas hidup warga di sekitarnya.

“Ya, apalagi yang berdekatan seperti ibu Kharisma ini dan keluarganya. Mereka berharap, ada penanganan dari kami, agar aliran limbah kotoran sapi tidak lagi mencemari saluran got depan rumahnya, maka dari itu hari ini kami sengaja sidak ke lokasi,” kata Sekdis DLH Kota Batu, Latif usai menurunkan tim lapangan bagian peninjauan.

Pihaknya menambahkan, dari hasil sidak diketahui peternak melakukan pembuatan biogas, dengan cara engolah feses sapi melalui tabung digester untuk menghasilkan gas metana yang bisa digunakannya untuk memasak.

“Maka dari itu, kami menyarankan untuk mempunyai Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dimana salah satu tujuannya untuk memastikan air sisa pembersihan kandang disaring dan dinetalkan sebelum dialirkan ke saluran umum. Jadi, tidak boleh langsung dibuang ke dalam aliran got depan rumah yang menimbulkan bau tidak sedap,” tandasnya.

Hingga berita ini dilansir, saat ini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tlekung, terkait mengenai aduan tersebut.

 

 

Jurnalis: Ria/Rohman
Editor: Diky Prasetyo 

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru