Makhrus Sholeh Dorong Insentif Pajak UMKM dan Penghapusan PPh Rumah Subsidi

- Redaktur

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Jejaringindonesia.com – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, mendorong pemerintah memperkuat kebijakan perpajakan yang lebih ringan bagi pelaku usaha kecil. Selain mempertahankan PPh final UMKM 0,5 persen, ia mengusulkan penghapusan PPh 1 persen untuk rumah subsidi guna menopang program pembangunan tiga juta rumah.

Dorongan tersebut disampaikan Makhrus usai menghadiri Forum Cangkrukan Pancasila di NK Cafe, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2026).

Menurut Makhrus, kebijakan perpajakan yang sederhana dan proporsional diperlukan agar pelaku usaha kecil memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usahanya. Terlebih, banyak UMKM yang belum memiliki sistem pembukuan dan kemampuan administrasi keuangan yang memadai.

Ia berharap skema PPh final 0,5 persen tetap diberlakukan bagi UMKM dengan omzet hingga Rp4,8 miliar per tahun.

“Banyak UMKM yang belum memahami tata cara penyusunan laporan keuangan. Terutama yang omzetnya masih di bawah Rp1 miliar atau Rp2 miliar. Mereka belum memiliki sistem pembukuan yang memadai. Karena itu kami berharap skema PPh final 0,5 persen tetap diberlakukan,” ujar Makhrus.

Tak hanya UMKM, Makhrus turut menyoroti beban perpajakan bagi pengembang rumah subsidi. Ia yang juga memiliki keterkaitan dengan Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI) menilai penghapusan PPh 1 persen dapat menjadi bentuk dukungan konkret pemerintah pusat terhadap program pembangunan tiga juta rumah.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah subsidi.

“Kalau pemerintah daerah sudah rela menghapus BPHTB dan PBG untuk mendukung program tiga juta rumah, maka pemerintah pusat seharusnya juga mempertimbangkan penghapusan PPh 1 persen tersebut,” katanya.

Makhrus menyebut mayoritas anggota APERSI merupakan pengembang rumah subsidi skala kecil dengan kapasitas pembangunan sekitar 40 hingga 100 unit. Karena itu, pengembang tersebut juga memiliki karakteristik sebagai pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan kebijakan.

Di sisi lain, Makhrus menyampaikan kondisi sektor pertanian dan UMKM di tingkat masyarakat mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah komoditas seperti jeruk, buah-buahan, cabai, dan sayuran disebut mengalami harga yang cukup baik sehingga mendorong petani kembali meningkatkan produksi.

Menurutnya, kebijakan harga dasar gabah serta mulai adanya kepastian harga kedelai turut memberikan optimisme bagi petani sekaligus berpotensi menekan ketergantungan terhadap produk impor.

“Yang banyak merasakan tekanan justru sektor-sektor besar. Di level bawah, sebenarnya kondisinya mulai membaik. Hari ini fokus kita adalah bagaimana UMKM bisa semakin maju, sukses, dan bersama-sama mendorong kemajuan Indonesia,” tuturnya.

Makhrus berharap aspirasi tersebut dapat menjadi bagian dari rekomendasi Forum Cangkrukan Pancasila untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. Ia menilai kebijakan perpajakan yang lebih ramah dapat memperkuat UMKM, mendorong sektor perumahan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

 

Jurnalis: Hafid

Editor: Diky Prasetyo 

Berita Terkait

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Sigap dan Humanis, Kanit Gakkum Ipda Tri Pepri Alfiyan Satlantas Polresta Banyuwangi Urai Antrean Truk di Jalur Ketapang-Gilimanuk
Aksi Perampasan Sepeda Motor oleh Penagih Utang Terjadi di Banyuwangi, Korban Dihadang di Jalan
Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya
KAI Logistik Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana
Krisis Air Bersih Parah, Tiga Tandon Terpal Masjid di Kalipare Kosong Total
Ratusan Hewan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin Rabies Gratis
Polsek Muncar Gelar Anjangsana, Perkuat Sinergi Polri dengan Tokoh Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru