Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya

- Redaktur

Senin, 28 September 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua, Jejaringindonesia.com – Papua Barat Daya adalah “rumah pluralitas” yang sedang bertumbuh sebagai sebuah provinsi baru. Di tanah ini, pemerintahan tidak cukup hanya berjalan di balik meja kantor. Pemerintahan harus hadir sampai ke kampung, distrik, pulau-pulau, kawasan pesisir, dan wilayah yang masyarakatnya masih menghadapi berbagai tantangan pelayanan dasar dan pembangunan.

Karena itu, sosok Sekretaris Daerah tidak hanya membutuhkan kemampuan administrasi, tetapi juga pengalaman panjang dalam mengelola pemerintahan dan memahami bagaimana kebijakan diterjemahkan menjadi pelayanan bagi rakyat. Dalam konteks tersebut, riwayat karier dari sosok Dr. Yohanis Kamagi, AP., M.Si. menunjukkan pengalaman birokrasi yang panjang dan beragam, termasuk pengalaman sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud sejak November 2020.

Perjalanan karier tersebut menjadi penting jika dilihat dari karakter Papua Barat Daya yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang beragam. Kamagi tercatat pernah menangani bidang pemberdayaan masyarakat desa, pekerjaan umum, administrasi pemerintahan, serta perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya berada pada satu ruang kerja birokrasi, tetapi pernah bersentuhan dengan sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan masyarakat dan pembangunan. Bagi daerah seperti Papua Barat Daya, pengalaman lintas bidang dapat menjadi modal untuk membangun koordinasi antar lembaga dan memastikan program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Masyarakat Papua juga membutuhkan birokrasi yang mampu melihat pembangunan bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan kampung, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelayanan administrasi harus memiliki hubungan langsung dengan kehidupan rakyat.

Dalam riwayat pendidikannya, Kamagi tercatat sebagai lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sam Ratulangi dan pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah, pengelolaan keuangan daerah, serta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Latar belakang tersebut memberikan dasar kompetensi yang relevan untuk mengelola birokrasi dan perencanaan pembangunan daerah.

Yang juga patut menjadi perhatian adalah pengalaman Kamagi sebagai birokrat senior. Dapam dokumen riwayat hidupnya, mencatat bahwa ia mencapai pangkat Pembina Utama Madya IVd sejak 1 April 2021, dan memperoleh penghargaan Karya Satya 10 tahun, Karya Satya 20 tahun dan Karya Satya 30 tahun. Rekam jejak perjalanan panjang tersebut tentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang pasti menjadi pilihan terbaik untuk suatu jabatan.

Namun, pengalaman, jenjang karier, pendidikan dan kompetensi birokrasi tersebut merupakan bagian dari rujukan yang penting untuk dinilai dalam proses seleksi. Dalam konteks Papua Barat Daya, penilaian terhadap calon Sekda juga penting diarahkan pada kemampuan membangun birokrasi yang dekat dengan masyarakat, menghargai kekhasan daerah, memperkuat koordinasi, serta bekerja untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih luas.

Pada akhirnya, Provinsi Papua Barat Daya membutuhkan Sekda yang mampu menjadi penggerak administrasi pemerintahan sekaligus jembatan koordinasi antara pimpinan daerah, perangkat birokrasi dan masyarakat. Apakah Yohanis Kamagi memenuhi seluruh persyaratan dan menjadi kandidat yang tepat dengan mengikuti mekanisme seleksi resmi.

Kamagi memiliki sejumlah pengalaman yang relevan untuk dipertimbangkan: perjalanan panjang dalam birokrasi, pengalaman sebagai Sekda, pengalaman lintas urusan pemerintahan, pendidikan yang mendukung, serta kompetensi birokrasi yang mumpuni. Pada akhirnya, bagi Tanah Papua, ukuran yang paling penting bukan sekadar siapa yang menduduki kursi Sekda, tetapi siapa yang mampu membuat pemerintahan bekerja nyata. Sehingga mampu mewujudkan layanan publik lebih dekat, pembangunan lebih terasa, dan masyarakat Papua Barat Daya melihat pemerintah sebagai bagian dari kehidupan mereka sendiri.

Jurnalis: Ria
Sumber: Dominggus Yable
(Tokoh Muda Provinsi Papua Barat Daya)

Berita Terkait

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Sigap dan Humanis, Kanit Gakkum Ipda Tri Pepri Alfiyan Satlantas Polresta Banyuwangi Urai Antrean Truk di Jalur Ketapang-Gilimanuk
Aksi Perampasan Sepeda Motor oleh Penagih Utang Terjadi di Banyuwangi, Korban Dihadang di Jalan
KAI Logistik Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana
Krisis Air Bersih Parah, Tiga Tandon Terpal Masjid di Kalipare Kosong Total
Ratusan Hewan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin Rabies Gratis
Polsek Muncar Gelar Anjangsana, Perkuat Sinergi Polri dengan Tokoh Masyarakat
Info Resmi Jalur Pendakian Gunung Raung, Kini Telah Dibuka Lagi Mulai 14 September 2026

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru