KAI Logistik Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

- Redaktur

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi,Jejaringindonesia.com – KAI Logistik (Kalog) mulai menggelar uji coba pengoperasian kereta api untuk angkutan hasil bumi dengan relasi Stasiun Argopuro, Banyuwangi dengan tujuan akhir Jakarta Gudang, Senin (28/9/2026).

Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian kereta tersebut diperkirakan tiba di Jakarta pada Selasa siang (29/9/2026).

Pada ujicoba perdana tersebut, komoditas buah-buahan hasil pertanian Banyuwangi menjadi muatan utama, didominasi buah naga.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan barang ini dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Namun, pada pengiriman perdana ini, rencana pengangkutan sapi belum dapat direalisasikan karena kendala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali.

“Jadi pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi,” ujar Rizal.

Menurutnya, pengembangan layanan ini merupakan upaya KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api. Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan yang lebih terintegrasi.

“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” imbuhnya.

KAI Logistik menargetkan layanan angkutan barang ini dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Saat ini, perseroan tengah merampungkan penyiapan infrastruktur area muat (loading zone) di empat stasiun strategis, yakni Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.

Jika telah beroperasi penuh, setiap rangkaian kereta akan membawa hingga 20 gerbong kontainer. Dalam skema operasional reguler, kapasitas angkut diperkirakan mencapai 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.

Kapasitas tersebut mencakup sekitar 75 ekor sapi yang diangkut menggunakan tiga gerbong, sementara gerbong lainnya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

Rizal menambahkan, KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi untuk mengoptimalkan layanan angkutan barang. Dalam pengoperasiannya, KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang.

“Kami bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, kami juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya,” tambah Rizal.

Uji coba perdana ini sekaligus menjadi momentum bagi KAI Logistik, PT KAI, dan mitra untuk mengevaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh. Evaluasi meliputi aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga kesiapan layanan dari hulu ke hilir.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ujicoba ini. Menurutnya, ini akan menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah.

“Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi,” kata Ipuk.

 

Jurnalis: Boby Try Setya

Editor: Hafid

Berita Terkait

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Sigap dan Humanis, Kanit Gakkum Ipda Tri Pepri Alfiyan Satlantas Polresta Banyuwangi Urai Antrean Truk di Jalur Ketapang-Gilimanuk
Aksi Perampasan Sepeda Motor oleh Penagih Utang Terjadi di Banyuwangi, Korban Dihadang di Jalan
Dominggus Yable: Analisis Kelayakan Kompetensi Yohanis Kamagi Sebagai Kandidat Potensial SEKDA Provinsi Papua Barat Daya
Krisis Air Bersih Parah, Tiga Tandon Terpal Masjid di Kalipare Kosong Total
Ratusan Hewan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin Rabies Gratis
Polsek Muncar Gelar Anjangsana, Perkuat Sinergi Polri dengan Tokoh Masyarakat
Info Resmi Jalur Pendakian Gunung Raung, Kini Telah Dibuka Lagi Mulai 14 September 2026

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru