Banyuwangi,Jejaringindonesia.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi mengimbau warga untuk segera memperbarui data administrasi kependudukan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait data penerima bansos yang belum diperbarui. Dinsos menilai keterlambatan pelaporan perubahan keluarga, seperti kematian atau perpindahan anggota keluarga, kerap menjadi penyebab utama data tidak sinkron.
Koordinator Tim Koordinasi Kabupaten PKH Banyuwangi, Dedi Utomo, mengatakan kendala di lapangan sering muncul karena keluarga terlambat melapor ke pemerintah desa atau kelurahan. Saat data Dukcapil dan Kemensos disinkronkan, data lama yang belum diperbarui bisa memunculkan perbedaan di sistem.
“Pembaruan data menjadi semakin penting karena data kependudukan akan disesuaikan dengan sistem pemerintah yang menjadi dasar berbagai program bantuan sosial. Karena itu, warga diminta tidak menunda pelaporan setiap ada perubahan dalam Kartu Keluarga,” ujarnya, Senin (21/09/2026).
Untuk bantuan pangan atau beras, pemerintah desa memiliki kewenangan mengalihkan bantuan kepada warga miskin lain yang memenuhi syarat. Pengalihan itu dapat dilakukan melalui berita acara resmi dari kepala desa atau lurah apabila penerima sebelumnya telah meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPKB Banyuwangi, Agus Rahmanto, menegaskan pemutakhiran data berkala dibutuhkan agar penyaluran bansos tetap akurat dan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
“Warga diminta segera melapor ke desa atau kelurahan setiap kali ada perubahan data keluarga, baik kematian anggota keluarga maupun perpindahan,” kata Agus.
Pembaruan data juga dibutuhkan agar informasi penerima manfaat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan. Dinsos berharap masyarakat semakin aktif menjaga akurasi data keluarga demi memperlancar pemutakhiran data sosial ekonomi dan penyaluran bansos.
Jurnalis: Boby
Editor: Hafid












