BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teropong menyoroti proses pendataan bantuan sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPC LSM Teropong dalam pernyataan pers, Minggu (13/9).
Menurutnya, proses pendataan yang dilakukan petugas hingga saat ini belum dapat dipertanggungjawabkan kejelasannya.
“Kami mempertanyakan: apakah hasil pendataan yang dilakukan petugas itu benar-benar disampaikan kembali kepada Pemerintah Desa secara jujur dan apa adanya?” ujarnya.
Kondisi tersebut memunculkan keraguan terhadap keakuratan data yang menjadi dasar penetapan penerima bantuan. Banyak warga yang sebenarnya sangat membutuhkan dan memenuhi syarat justru tidak mendapatkan bantuan. Sebaliknya, terdapat warga yang dinilai kurang berhak justru masuk dalam daftar penerima.
“Kami menyebut kondisi data tersebut sungguh carut-marut. Data yang tertuang dalam DTSEN tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan, serta kurangnya keterbukaan informasi yang dapat diakses masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, hal yang paling memprihatinkan adalah banyak warga yang sesungguhnya kurang mampu justru dimasukkan ke dalam kategori daftar ke-6, yakni dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial. Akibatnya, mereka yang paling membutuhkan pertolongan negara justru terabaikan.
Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses penyaluran bantuan yang seharusnya tepat sasaran, adil, dan transparan.
LSM Teropong meminta kepada pihak berwenang, khususnya Pemerintah Desa dan instansi terkait, untuk segera melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh dan transparan terhadap data penerima bansos. Proses pendataan harus dilakukan secara jujur, objektif, dan melibatkan partisipasi masyarakat, agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling berhak.
“Jangan sampai bantuan yang seharusnya meringankan beban rakyat justru menjadi sumber kecemburuan dan ketidakadilan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Banyuwangi, Minggu 13 September 2026.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: DPC LSM Teropong Banyuwangi












