Warga Kurang Mampu Dicoret dari Bansos, LSM Teropong Soroti Ketidak Beresan Pendataan

- Redaktur

Minggu, 13 September 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teropong menyoroti proses pendataan bantuan sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPC LSM Teropong dalam pernyataan pers, Minggu (13/9).

Menurutnya, proses pendataan yang dilakukan petugas hingga saat ini belum dapat dipertanggungjawabkan kejelasannya.

“Kami mempertanyakan: apakah hasil pendataan yang dilakukan petugas itu benar-benar disampaikan kembali kepada Pemerintah Desa secara jujur dan apa adanya?” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan keraguan terhadap keakuratan data yang menjadi dasar penetapan penerima bantuan. Banyak warga yang sebenarnya sangat membutuhkan dan memenuhi syarat justru tidak mendapatkan bantuan. Sebaliknya, terdapat warga yang dinilai kurang berhak justru masuk dalam daftar penerima.

“Kami menyebut kondisi data tersebut sungguh carut-marut. Data yang tertuang dalam DTSEN tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan, serta kurangnya keterbukaan informasi yang dapat diakses masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, hal yang paling memprihatinkan adalah banyak warga yang sesungguhnya kurang mampu justru dimasukkan ke dalam kategori daftar ke-6, yakni dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial. Akibatnya, mereka yang paling membutuhkan pertolongan negara justru terabaikan.

Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses penyaluran bantuan yang seharusnya tepat sasaran, adil, dan transparan.

LSM Teropong meminta kepada pihak berwenang, khususnya Pemerintah Desa dan instansi terkait, untuk segera melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh dan transparan terhadap data penerima bansos. Proses pendataan harus dilakukan secara jujur, objektif, dan melibatkan partisipasi masyarakat, agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling berhak.

“Jangan sampai bantuan yang seharusnya meringankan beban rakyat justru menjadi sumber kecemburuan dan ketidakadilan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Banyuwangi, Minggu 13 September 2026.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: DPC LSM Teropong Banyuwangi

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru