MALANG, Jejaringindonesia.com – Sinergi antara Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pemerintah Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, berhasil mengantarkan seorang siswa asal desa setempat untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa program perlindungan sosial tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Siswa yang diterima di Sekolah Rakyat adalah M. Rizki Raditia, putra dari Nur Ana, yang mulai menempuh pendidikan di jenjang SMA kelas X.
Keberhasilannya mengikuti program tersebut tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan Pendamping PKH bersama Pemerintah Desa Pandanajeng sejak proses pendataan, verifikasi hingga keberangkatan menuju sekolah.
Kepala Desa Pandanajeng, Muhammad Edy Mansyur, bahkan turut mengantar langsung warganya pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Kami sangat bersyukur ada warga Desa Pandanajeng yang bisa diterima di Sekolah Rakyat. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Pemerintah Desa dan pendamping PKH berjalan dengan baik dalam memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan memperoleh akses pendidikan yang layak,” ujar Muhammad Edy Mansyur.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pemerintah Desa Pandanajeng, lanjutnya, akan terus mendukung setiap program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan pendamping PKH agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
Tidak hanya Pemerintah Desa Pandanajeng, Pemerintah Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, juga hadir mengantarkan salah satu warganya yang diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Kehadiran para kepala desa dan perangkat desa tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus komitmen pemerintah desa dalam mengawal keberhasilan program pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Sejumlah pemerintah desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang juga tampak mendampingi dan mengantar warganya pada hari pertama MPLS. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat lahir dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, pendamping PKH, pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Pada hari yang sama, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4 di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya operasional sekolah berasrama yang dirancang memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan dukungan fasilitas belajar yang modern, nyaman, dan terpadu.
Sebanyak 323 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti MPLS sebagai tahap awal sebelum memasuki proses pembelajaran. Selain dikenalkan dengan lingkungan sekolah, para siswa juga mendapatkan pembinaan mengenai tata tertib, sistem pembelajaran, pendidikan karakter, pembiasaan hidup disiplin, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari konsep pendidikan Sekolah Rakyat.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kisah M. Rizki Raditia menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah desa, pendamping PKH, pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu menghadirkan peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Jurnalis: Hafid
Editor: Red












