BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — PT ASDP Indonesia Ferry menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa akibat antrean kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang – Gilimanuk yang mencapai 13 kilometer pada Senin, 7 September 2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, kepadatan dipicu lonjakan kendaraan logistik serta berkurangnya kapasitas layanan.
“Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu perjalanan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.
Untuk mengurai antrean, ASDP mengoperasikan 24 kapal berkapasitas besar dan menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat dengan melibatkan 6 kapal. Pola ini bertujuan mempercepat proses bongkar muat dan memangkas waktu sandar di dermaga.
Kendati demikian, percepatan layanan tetap mengedepankan keselamatan. Penyesuaian operasional mempertimbangkan kapasitas dermaga, arus kendaraan, serta keselamatan penumpang dan awak kapal.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menambahkan, kepadatan juga dipengaruhi tidak beroperasinya satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk. Saat ini dermaga tersebut tengah ditingkatkan kapasitas bebannya menjadi 50 ton sebagai persiapan angkutan Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri 2027.
“Koordinasi dengan regulator terus kami intensifkan untuk mengatur arus kendaraan, terutama logistik, agar antrean cepat terurai. Penumpang yang sudah memiliki tiket tetap kami layani sesuai ketentuan,” tegas Media.
ASDP mengimbau pengguna jasa untuk memperhitungkan tambahan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang












