Pengoperasian Kapal 2.400 GRT di Lintas Ketapang-Gilimanuk untuk Mengurai Kepadatan Antrean

- Redaktur

Jumat, 25 September 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – KMP Trisila Bhakti III resmi mulai melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Jumat (25/9/2026) untuk membantu mengurai antrean kendaraan di lintasan Jawa-Bali.

Kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini disiapkan sebagai armada berukuran besar yang mampu mempercepat proses pemuatan, terutama saat musim ramai.

PT Trisila Laut menghadirkan kapal tersebut setelah melihat kepadatan lalu lintas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang kerap meningkat saat peak season.

Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama Purn Retarto Setyowarsono, mengatakan kapal itu dipilih karena operator dan regulator menghendaki kapal yang lebih besar agar arus kendaraan lebih lancar.

KMP Trisila Bhakti III dibeli dari China dengan nilai sekitar Rp 63,5 miliar. Kapal ini memiliki kapasitas hingga 65 mobil kecil, sementara untuk kendaraan besar diberlakukan pembatasan yakni maksimal lima truk tronton dan tiga bus.

Sebelum dioperasikan, kapal tersebut menjalani pelatihan kru dan penyelesaian 26 dokumen persyaratan pelayaran. Proses itu juga mencakup pemenuhan spesifikasi dari Badan Klasifikasi Indonesia agar kapal memenuhi standar kelayakan di perairan Indonesia.

General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, menyambut penambahan armada ini dan menilai kapal berkapasitas besar dapat membantu mempercepat antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dengan masuknya KMP Trisila Bhakti III, jumlah kapal di atas 2.000 GRT yang beroperasi di lintasan itu bertambah menjadi 10 unit.

Jurnalis: Boby Tri Setya
Editor: Hafid

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru