Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Capai 15 Km, Gapasdap: Biang Masalah Ada di Terbatasnya Dermaga

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi kembali memanjang hingga lebih dari 15 kilometer hingga wilayah Wongsorejo. Antrean terpanjang didominasi truk logistik yang hendak menyeberang ke Gilimanuk, Bali.

DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan / Gapasdap menegaskan, kemacetan ini bukan disebabkan minimnya jumlah kapal penyeberangan.

Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, saat ini ada 56 armada yang melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dalam kondisi normal, 28 hingga 32 kapal dapat beroperasi setiap hari.

“Kini jumlah kapal yang dapat melayani kendaraan hanya sekitar 23 armada. Penyebabnya, dua fasilitas dermaga tidak dapat digunakan secara optimal,” ujar Khoiri kepadaJejaringindonesia.com. Sabtu (5/9/2026).

Salah satu titik krusial adalah Dermaga MB II yang ditutup sejak 21 Agustus 2026 untuk proyek peningkatan kapasitas pelabuhan. Proyek tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2027. Selain itu, kondisi dermaga lain seperti Bulusan juga mengalami kerusakan sehingga tidak bisa difungsikan maksimal.

“Kapalnya tersedia, tetapi tempat sandarnya berkurang. Kapal hanya dapat melayani kendaraan apabila tersedia dermaga dan fasilitas bongkar muat yang memadati,” jelasnya.

Akibat keterbatasan dermaga, proses bongkar muat menjadi terhambat. Dampaknya, terjadi penumpukan kendaraan di jalur nasional Banyuwangi-Situbondo dan mengganggu kelancaran distribusi logistik nasional wilayah Jawa-Bali.

Gapasdap berharap ASDP, Kementerian Perhubungan, dan Pemkab Banyuwangi segera mencari solusi percepatan, baik dengan mengoptimalkan dermaga yang masih beroperasi maupun percepatan proyek, agar arus logistik tidak semakin tersendat.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru