BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Antrean kendaraan yang kerap terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi perhatian PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Kedua pihak membahas sejumlah langkah untuk mengurai antrean sekaligus meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan dalam pertemuan di Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (2/10/2026).
Direktur Teknik Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP), Nana Sutisna, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas kepadatan yang terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Pihaknya juga menyampaikan sejumlah rencana penanganan kepada Pemkab Banyuwangi.
“Saat ini kondisi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini sering terjadi antrean panjang. Jadi saya datang dan bertemu Pak Wakil Bupati, tentunya ingin cari solusi dan memberikan satu informasi planning-planning-nya apa yang mau dikerjakan untuk kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujar Nana.
Menurutnya, sejumlah langkah percepatan tengah dilakukan. Di antaranya pembangunan dan peningkatan infrastruktur pelabuhan agar dapat difungsikan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), penyediaan buffer zone, serta peningkatan kapasitas dermaga.
Salah satu yang dikebut yakni peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk. Kapasitas dermaga tersebut ditingkatkan dari 2.000 Gross Tonnage (GT) menjadi 5.000 GT dan ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional pada Desember 2026.
Sementara itu, Dermaga V Ketapang juga akan ditingkatkan dari dermaga ponton menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas 5.000 GT. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat dioperasikan pada Maret 2027 mendatang.
“Ke depan semua dermaga secara bertahap kita tambah kapasitasnya. Sehingga semua dermaga bisa dilalui kendaraan berkapasitas berat,” ujar Nana.
Langkah peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi potensi penumpukan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.
Jurnalis: Ria
Editor: Hafid












