BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Kemacetan di jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, semakin parah pada Jumat 4 September 2026. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 12 kilometer.
Untuk mengurai kepadatan, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan kapal berkapasitas besar bantuan dari Merak untuk dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk, Media Sahrianto, mengatakan kapal yang disiapkan adalah KMP Jatra 1 dengan kapasitas 3.500 GT. Saat ini kapal masih berada di Merak dan izin pelayarannya sedang diurus ke Kementerian Perhubungan. ASDP menargetkan kapal tersebut dapat didatangkan maksimal dalam dua minggu ke depan.
Penambahan kapal besar dilakukan karena kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih terus terjadi. Menurut Media, kapal berukuran lebih besar dapat mengangkut lebih banyak kendaraan dalam satu kali perjalanan sehingga diharapkan mempercepat penguraian antrean.
Saat ini kapal yang beroperasi umumnya hanya memuat sekitar 21 hingga 22 kendaraan sekali jalan. Dengan adanya kapal bantuan, kapasitas angkut dapat meningkat menjadi sekitar 32 hingga 34 kendaraan. Sementara dengan tambahan kapal besar, jumlah kendaraan yang bisa diangkut dalam satu keberangkatan bisa mencapai sekitar 38 kendaraan.
Sebelumnya ASDP juga telah mengerahkan tiga kapal bantuan untuk menambah kapasitas angkut di tengah padatnya arus kendaraan. Kehadiran kapal-kapal tersebut disebut cukup membantu meningkatkan jumlah kendaraan yang diseberangkan.
“Kapal besar akan diprioritaskan untuk mengurai antrean, sementara kapal kecil tetap beroperasi melayani lintasan,” jelas Media Sahrianto.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: ASDP Ketapang-Gilimanuk












