Atasi Lonjakan Antrean 12 Km, ASDP Kerahkan Kapal Besar Bantuan dari Merak ke Ketapang

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Kemacetan di jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, semakin parah pada Jumat 4 September 2026. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 12 kilometer.

Untuk mengurai kepadatan, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan kapal berkapasitas besar bantuan dari Merak untuk dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk, Media Sahrianto, mengatakan kapal yang disiapkan adalah KMP Jatra 1 dengan kapasitas 3.500 GT. Saat ini kapal masih berada di Merak dan izin pelayarannya sedang diurus ke Kementerian Perhubungan. ASDP menargetkan kapal tersebut dapat didatangkan maksimal dalam dua minggu ke depan.

Penambahan kapal besar dilakukan karena kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih terus terjadi. Menurut Media, kapal berukuran lebih besar dapat mengangkut lebih banyak kendaraan dalam satu kali perjalanan sehingga diharapkan mempercepat penguraian antrean.

Saat ini kapal yang beroperasi umumnya hanya memuat sekitar 21 hingga 22 kendaraan sekali jalan. Dengan adanya kapal bantuan, kapasitas angkut dapat meningkat menjadi sekitar 32 hingga 34 kendaraan. Sementara dengan tambahan kapal besar, jumlah kendaraan yang bisa diangkut dalam satu keberangkatan bisa mencapai sekitar 38 kendaraan.

Sebelumnya ASDP juga telah mengerahkan tiga kapal bantuan untuk menambah kapasitas angkut di tengah padatnya arus kendaraan. Kehadiran kapal-kapal tersebut disebut cukup membantu meningkatkan jumlah kendaraan yang diseberangkan.

“Kapal besar akan diprioritaskan untuk mengurai antrean, sementara kapal kecil tetap beroperasi melayani lintasan,” jelas Media Sahrianto.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: ASDP Ketapang-Gilimanuk

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru