BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Pemerintah Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, memastikan tidak akan mengizinkan penggunaan sound horeg dalam karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun depan.
Keputusan itu diambil setelah pelaksanaan karnaval pada Minggu (24/8/2026) menuai keluhan dari warga dan tokoh agama. Karnaval dalam rangka HUT RI ke-81 itu diikuti pelajar dan masyarakat umum, namun sejumlah peserta menggunakan sound horeg dengan volume sangat keras hingga menimbulkan protes.
Kepala Desa Bajulmati, Achmad Thoha mengatakan, awalnya ia memaklumi kreativitas peserta. Namun setelah melihat langsung dampaknya di lapangan, Pemdes memutuskan untuk mengevaluasi total.
“Sound horeg tidak ada kaitannya dengan substansi peringatan kemerdekaan. HUT RI ini momentum kita untuk bersyukur dan menghormati perjuangan para pahlawan, bukan ajang yang mengganggu kenyamanan warga,” tegas Achmad Thoha.
Ia mengaku terdampak langsung. Suara yang terlalu keras mengganggu warga, termasuk yang sedang sakit dan membutuhkan ketenangan.
Selain kebisingan, Kades juga menyoroti hiburan joget atau dansa yang dinilai kurang sejalan dengan nilai-nilai peringatan kemerdekaan. Ia juga mengingatkan potensi gangguan kesehatan pendengaran, terutama bagi anak-anak yang menonton dari jarak dekat.
Untuk tahun depan, Pemdes Bajulmati akan mengarahkan peserta menggunakan sound system biasa dengan volume wajar dan konsep yang lebih edukatif.
“Karnaval ke depan harus jadi ajang menumbuhkan nasionalisme, kreativitas, dan tetap menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama,” tutupnya.
Jurnalis: Boby
Editor: Diky Prasetyo












