TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab, Aparat: Korban Pasutri OAP di Yahukimo Warga Sipil Murni

- Redaktur

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YAHUKIMO, Papua Pegunungan, Jejaringindonesia.com – Tragedi berdarah kembali terjadi di tanah Papua. Sepasang suami istri Orang Asli Papua (OAP) dan satu warga lainnya tewas dieksekusi kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Yahukimo.

Kronologi Kejadian
Pembunuhan terjadi pada Senin, 20 Juli 2026 di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Korban pasutri diidentifikasi bernama Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya Pam Wendakwe alias Sely Wenda. Selain itu, terdapat satu korban perempuan lain dari Suku Unaukam yang juga tewas dalam peristiwa ini.

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan ini. Aksi tersebut disebut dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Kopitua Heluka selaku Danops Kodap XVI Yahukimo.

OPM mengeksekusi para korban dengan tuduhan sebagai agen intelijen militer/mata-mata pemerintah Indonesia.

Tuduhan tersebut dibantah tegas oleh aparat keamanan. Pihak TNI-Polri menegaskan bahwa ketiga korban adalah warga sipil murni yang tidak terlibat aktivitas militer.

Jenazah pasutri ditemukan dalam kondisi tanpa busana di bawah jembatan pada Kamis, 23 Juli 2026. Proses evakuasi oleh Koops TNI Habema sempat diwarnai kontak tembak sengit karena kelompok OPM diduga sudah lebih dulu mengadang petugas di lokasi.

Komnas HAM mengecam keras tindakan tidak manusiawi ini. Komnas HAM menilai kelompok bersenjata terus menjadikan warga sipil sebagai korban di tengah konflik kemanusiaan yang terjadi di Papua.

Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan meningkatkan pengamanan di wilayah Distrik Seradala serta sepanjang Jalan Trans Papua.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru