JAYAWIJAYA, Jejaringindonesia.com — Seorang sopir lajuran asal Toraja, Aris Sanda, dilaporkan tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya pada Selasa (15/9/2026).
Peristiwa itu terjadi saat korban mengemudikan kendaraan dari Wamena menuju Mbua, tepatnya di kawasan tanjakan Gunung Boy. Dalam kendaraan tersebut, Aris Sanda membawa sejumlah penumpang dengan inisial TH (38), Ns (23), Ps (32), Se (26), Yt (18), Gr (11), Sa (13), serta Di dan Si.
Berdasarkan informasi yang beredar, para penumpang diperintahkan turun menuju Napua. Sebagian penumpang disebut melanjutkan perjalanan menggunakan ojek.
Dalam keterangan yang disampaikan, warga lokal dilepaskan setelah mendapat intimidasi, sementara Aris Sanda sebagai warga pendatang tetap ditahan. Sebelum ditembak, korban disebut diminta menyatakan dukungan terhadap OPM. Setelah itu korban dieksekusi. Kelompok bersenjata tersebut juga membakar mobil lajuran jenis Mitsubishi Triton warna merah yang digunakan korban.
Keterangan TPNPB-OPM
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bertanggungjawab atas penembakan tersebut.
“Penembakan berlangsung di jalur Trans Papua, oleh pasukan Kodap III/ Ndugama-Derakma pimpinan Brigjen Egianus Kogeya. Korban adalah agen militer Indonesia yang menyamar sebagai sopir taksi. Kami bertanggungjawab atas penembakan itu,” kata Sambom.
Sambom juga menyebut warga di luar Orang Papua Asli (OAP) sebagai imigran dan meminta agar keluar dari wilayah Papua. Ia menegaskan agar OAP tidak terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan Jakarta, termasuk TNI dan Polri, dan mengancam akan melakukan “eksekusi mati” jika terdeteksi membantu proses evakuasi korban.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Proses penyelidikan dan evakuasi masih menunggu pengamanan dari pihak berwenang.
Duka cita atas kepergian Aris Sanda berseliweran di media sosial.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Keterangan Warga, TPNPB-OPM melalui Sebby Sambom












