Dumai, Jejaringindonesia.com – Kecelakaan akibat proyek perbaikan jalan terjadi di Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat. Seorang warga pengguna jalan dilaporkan mengalami luka serius dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Awal Bros setelah terperosok ke dalam lubang galian proyek pada Selasa (23/06) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.
Proyek pembobokan jalan tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Nicholas. Berdasarkan keterangan Wartaka, orang tua korban, pihak perusahaan hingga saat ini dinilai tidak acuh dan belum memberikan tanggapan atas musibah yang menimpa anaknya.
“Kami tidak terima dengan kejadian ini. Jika pihak perusahaan PT Nicholas tetap tidak ada iktikad baik dan tidak bertanggung jawab, kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum,” tegas Wartaka dengan nada kesal.
Reaksi keras juga datang dari Eri Setiyawan, Panglima Bungsu (Pangsu) Laskar Pemuda Melayu Riau (LHMB) Kecamatan Dumai Barat. Mengingat korban merupakan salah satu anggotanya bernama Deden, Eri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kelalaian yang dianggap sepele oleh perusahaan.
“Kami tidak terima anggota kami menjadi korban akibat kelalaian kerja. Kami mendesak penyelesaian yang adil, jika tidak, kami akan mengambil sikap yang sangat tegas terhadap PT Nicholas,” ujar Eri Setiyawan.
Menurut penuturan LP, salah seorang warga Purnama di sekitar lokasi, pengerjaan jalan tersebut dinilai sangat teledor dan membahayakan keselamatan publik. Pada saat kejadian, lokasi pembobokan jalan sama sekali tidak dipasang garis pembatas (line) maupun rambu-rambu peringatan yang memadai untuk malam hari. Kondisi ini diperparah dengan minimnya lampu penerangan di sepanjang jalan yang sedang diperbaiki.
Warga juga menyayangkan sikap reaktif perusahaan yang baru sibuk memasang garis pembatas di sekitar lubang galian setelah jatuh korban jiwa.
Sampai berita ini diturunkan, media masih berusaha menghubungi pihak manajemen PT Nicholas untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait tuntutan tanggung jawab dari keluarga korban serta masyarakat setempat.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












