Pohon Beringin Berusia Satu Abad: Ikon Desa Ringinsari Menjadi Cermin Kebersamaan Warga

1779349108571

MALANG, JEJARING INDONESIA – Desa Ringinsari di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dikenal sebagai salah satu pemukiman tua peninggalan era kolonial yang berdiri sejak tahun 1948. Di balik sejarah panjangnya, desa ini memiliki sebuah ikon ikonik yang sangat dihormati warga, yakni sebuah pohon beringin tua yang berusia hampir satu abad.

Pohon beringin jenis tanaman kayu keras tersebut tumbuh subur di tepi jalan alternatif jurusan Sidomukti, tepat di sebelah selatan Balai Desa Ringinsari. Selain menjadi ikon fisik, pohon ini merupakan cikal bakal dari penamaan dan berdirinya Desa Ringinsari 73 tahun silam.”Ringin artinya pohon beringin.

Sedangkan Sari dapat diartikan sebagai inti dari pohon beringin, atau kawasan yang asri, teduh, indah, dan pusat kehidupan yang banyak memberikan manfaat,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Desa Ringinsari pada Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan cerita turun-temurun, pohon beringin ini diperkirakan sudah tumbuh besar dengan akar gantung yang menjalar sejak tahun 1930. Warga menegaskan bahwa keberadaan pohon raksasa ini murni dipandang sebagai ikon sosial dan tempat berteduh, bukan sebagai tempat yang dikeramatkan.

Lebih dari sekadar tanaman, warga memaknai pohon beringin sebagai simbol agung yang mempresentasikan kehidupan, pengayoman, dan persatuan. Di era modern, filosofi pohon ini bertransformasi menjadi representasi semangat gotong royong, ekonomi inklusif, dan kesejahteraan sosial yang merata bagi seluruh penduduk desa.

Menjelang peringatan Hari Jadi ke-73 Desa Ringinsari yang jatuh pada Sabtu (6/6/2026) mendatang, keberadaan pohon ini kembali menjadi sorotan spiritual bagi warga. Karakteristik beringin yang kuat melambangkan keteguhan dan perlindungan bagi makhluk hidup di sekitarnya.

Akar beringin yang kokoh mencerminkan ikatan persaudaraan masyarakat Ringinsari yang tidak mudah goyah. Sementara itu, rindangnya daun beringin diharapkan menjadi simbol keteduhan dan kesejukan yang akan selalu menaungi bumi Desa Ringinsari di masa depan.

 

Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo