Perdayakan Warga Lokal, Kebun Pancursari, dalam Sehari Hasilkan Getah Karet 2,7 Ton

- Redaktur

Senin, 22 Juni 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Jejaringindonesia.com – PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 5 Kali bakar Pancursari atau Kebun Pancursari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang secara konsisten memberdayakan warga lokal yang tinggal di sekitar area perkebunan setempat.

Mereka dipekerjakan sebagai penyadap karet dengan mendapatkan pelatihan teknik penyadapan yang presisi dan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Sedikitnya 2,7 ton getah karet mampu dihasilkan oleh Perusahaan negara atau Badan Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan ini dalam satu hari.

Seperti disampaikan langsung Asisten Pertanahan PTPN 1 Regional 5, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ngurah Gede Juan, Senin (22/6/2026).

“Pohon karet kami yang paling muda ditanam tahun 2010. Sementara proses penyadapan getah karet sudah kita lakukan sejak tahun 2014,” ungkap Juan.

Menurut pria yang juga Tim Legal Hukum PTPN 1 Regional 5 Kabupaten Malang ini, terdapat 1500 hektar luas tanaman karet. Jumlah tersebut dibagi dalam 6 titik afdeling yang merupakan unit operasional atau satuan wilayah terkecil dari sebuah perkebunan itu meliputi, Pancursari Barat, Pancursari Timur, Pager Gunung, SKM, Bumirejo dan Glagah Arum. Semuanya masuk wilayah Desa Ringin Kembar dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Dikatakan Juan, terdapat lebih dari 300 pekerja sadap pohon karet. “Hampir seratus persen penyadap karet adalah warga setempat. Berasal dari dua desa tersebut. Mereka mulai bekerja sejak pukul 23.00 wib hingga pukul 03.00 wib. Kemudian dilanjut membawa getah sadapan pohon karet sekira pukul 06.00 wib sampai pukul 08.00 wib,” terangnya.

Setelah getah dari hasil sadapan itu terkumpul, lanjut dia, masing masing mandor akan membagi para pekerja untuk disebar ke 6 afdeling tanaman karet. Untuk perlengkapan kerja mulai dari lampu kepala, dua pisau sadap, drum atau bold, dan mangkok tempat sadapan getah karet. Satu orang penyadap getah karet, memiliki tanggung jawab hasil sadapan seluas satu hektar atau 555 pohon karet.

“Satu orang penyadap untuk 555 pohon karet, luasnya satu hektar, sehingga kecepatan saat menyadap menentukan hasil dan upah yang pekerja terima,” beber Juan.

Tak sedikit pekerja yang rela menggunakan hamock. Menunggu hasil sadapan hingga selesai sampai pagi hari dilokasi penyadapan. “Rata rata satu pekerja bisa menghasilkan Rp 50 ribu hingga Rp 140 ribu dalam sehari. Upah tersebut kami berikan setiap dua minggu sesuai hasil sadapan getah karet yang sudah kering,” ujarnya.

Lebih jauh, Juan menjelaskan, setelah getah pohon karet di sadap,kemudian dibawa ke tempat pemungutan hasil atau TPH untuk dilakukan penimbangan. Dari TPH, getah karet lalu dibawa ke pabrik karet yang berada di areal Kebun Pancursari untuk dilakukan penimbangan ulang.

Menurut Juan, kendala bagi penyadap karet adalah faktor hujan. “Kendala kalau hujan, kita gak bisa produksi. Sebab getah karet itu ibarat lemak, butuh kena hantaman lalu membiru atau memar. Nah karet jika kena hantaman air itu mengeras. Kena hujan getah karet langsung bercampur air, dan mengeras,” tuturnya.

Juan menambahkan, setelah getah karet melalui pengeringan maksimal, baru dikirim ke sejumlah pabrikan hingga ekspor ke luar negeri. Karet yang sudah mengering setelah proses pengolahan, biasanya dijadikan bahan baku sandal dan sepatu, sarung tangan latex untuk medis, alat kontrasepsi kondom, hingga ban mobil formula 1.

“Satu orang penyadap getah karet rata rata bisa menghasilkan 50 liter getah karet. Setelah itu dibawa ke tempat pemungutan hasil dan dibawa ke pabrik untuk ditimbang. Yang ditimbang adalah kadar karet keringnya. Pohon karet bisa disadap ketika keadaan normal di usia lima tahun,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut Juan, regenerasi penyadap karet mengalami penurunan. “Trend pekerja penyadap karet turun, regenerasi kurang baik, karena masyarakat tergiur kerja ke kota. Pekerja memilih kerja rapi ke toko swalayan misalkan, padahal jika dihitung, gaji atau upah yang mereka terima hampir sama,” Juan mengakhiri.

 

Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru