Gagasan Yunus Saflembolo: Kembangkan UMKM Papua Lewat “From Planning to Downstreaming” Berbasis Kearifan Lokal

- Redaktur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA, Jejaringindonesia.com – Tokoh Papua Yunus Saflembolo, SE., MTP menawarkan model baru pengembangan UMKM di Tanah Papua. Konsepnya bertumpu pada potensi lokal dan kearifan adat dengan pendekatan “From Planning to Downstreaming” atau dari perencanaan hingga hilirisasi.

Gagasan ini disampaikannya pada Selasa (05/08/2026). Menurut Yunus, pembangunan ekonomi Papua tidak bisa meniru model dari luar, tetapi harus berpijak pada apa yang sudah dimiliki masyarakat secara turun-temurun.

Dasar pemikiran ini bertumpu pada komoditas unggulan Papua seperti sagu, keladi, jagung, ubi-ubian, hasil hutan, dan perikanan. Tak hanya itu, nilai luhur budaya seperti semangat gotong royong dan sistem kepemilikan bersama juga menjadi fondasi utama.

“Kita mulai dari apa yang ada di kampung. Jangan merusak tatanan adat, justru jadikan itu kekuatan,” ujar Yunus.

Perencanaan Berbasis Kearifan Lokal
Langkah konkretnya meliputi pemetaan potensi per kampung/distrik, melibatkan kepala adat, tokoh kampung, dan ibu-ibu dalam merancang usaha, serta menyusun rencana produksi yang selaras dengan siklus alam.
Contohnya, pengolahan sagu dengan cara tradisional dikembangkan menjadi tepung berkualitas, dan pemanfaatan varietas keladi serta jagung lokal yang sudah terbukti tahan.

Hilirisasi Produk – Menaikkan Nilai Tambah Bahan mentah diolah menjadi produk jadi yang memiliki identitas Papua.

Sagudiolah jadi mie sagu, biskuit sagu, hingga makanan bayi dengan kemasan bermotif ukiran adat.
Keladi menjadi keripik, tepung, dan kue kering. Jagung diolah jadi sereal, camilan, dan bahan roti.
Prinsipnya: bahan baku 100% dari wilayah setempat, proses melibatkan tenaga kerja lokal, dan kemasan mengangkat budaya daerah.

Dibangun berjenjang dari kampung ke pasar. Kelompok Wanita Tani mengelola bahan baku, Koperasi Desa Merah Putih menangani pengolahan lanjutan, hingga Sentra IKM di tingkat provinsi untuk pembinaan dan akses ekspor.

Dukungan datang dari Pemerintah lewat pelatihan dan Dana Otsus, Perguruan Tinggi untuk riset produk, dan Masyarakat yang menjaga kelestarian bahan baku.

Sasaran: Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Yunus menyebut model ini punya 4 manfaat utama:

1. Ekonomi: Pendapatan masyarakat meningkat berkali lipat dan mengurangi ketergantungan barang dari luar Papua.
2. Sosial: Menciptakan lapangan kerja di kampung dan mengurangi urbanisasi.
3. Budaya: Kearifan lokal tidak hilang, justru menjadi nilai jual utama.
4. Pembangunan: Selaras dengan visi Otonomi Khusus untuk kemandirian masyarakat Tanah Papua.

“Keuntungan usaha nanti dikembalikan lagi untuk pendidikan, kesejahteraan kampung, dan peremajaan usaha. Ini ekonomi yang berputar di kampung,” pungkasnya.

Jurnalis: Ria
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru