MALANG, Jejaringindonesia.com – Rencana pengelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang untuk meminta keringanan biaya atau pulsa listrik ke PT PLN (Persero) merupakan langkah koordinasi yang sangat baik untuk menjaga kelangsungan operasional air bersih warga.
Kepala Desa Sonowangi Yadiono sekaligus Pelindung pengelolaan HIPAM menyetujui langkah tersebut.
Dikatakannya, dengan besarnya pembelian token listrik hingga saat ini, kesejahteraan tim Teknisi HIPAM jauh dibawah layak.
“Misalkan ada penurunan biaya token listrik baik lewat program subsidi atau yang lain, tim tenisi ini dapat kesejahteraan yang layak”, jelas Yadiono Rabu (23/9/2026).
Lanjut orang nomor satu di Desa berpenduduk 4300 jiwa ini, lonjakan tagihan listrik saat hari raya bisa mencapai Rp 9 juta bahkan pernah hingga Rp 11 juta. Hal itu disebabkan oleh peningkatan intensitas pemakaian pompa air dan perangkat elektronik rumah tangga masyarakat.
Kades Yadiono juga ada rencana untuk menonaktifkan proyek HIPAM yang ada saat ini. “Kedepan agar masyarakat memanfaatkan proyek BBWS atas hibah dari Provinsi Jawa Timur ini”, himbaunya.
Kades berharap, mudah-mudahan pekerjaan Proyek BBWS dalam waktu dekat nanti berjalan lancar dan tidak terjadi kendala”, tandasnya.
Untuk diketahui, proyek
pembangunan air baku dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Provinsi Jawa Timur di Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, segera difungsikan.
Proyek senilai Rp 4 milyar lebih tersebut sudah diserah terimakan pada Pemkab Malang. Selanjutnya, proyek air baku itu bakal dikelola oleh pemerintah desa setempat.
Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Hafid












