Malang, Jejaringindonesia.com – Pemerintah Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang menggelar acara pengajian umum di halaman balai desa setempat Selasa (21/7/2026).
Dengan mengedepankan tema “Menguatkan Hablumminalloh, Mempererat Hablumminanas untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, rukun dan penuh berkah, pengajian akbar dengan menghadirkan seorang mubaligh KH. Tugiono Bashori bersama group hadrah modern Putro Wali dari Magetan ini menjadi puncak dari rangkaian acara bersih desa Tamansari yang diselenggarakan rutin setiap tahun.
Sekretaris Desa Tamansari Drs. Budi Iswanto menjelaskan, rangkaian acara bersih desa ini dimulai sejak tanggal 9-Juli 2026 yaitu tabur bunga atau ziarah ke makam para Kepala Desa terdahulu.
Sekdes sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Acara Bersih Desa ini menyebut, dimulai ke makam Kades pertama yaitu Mbah Kerto Sentono. Kemudian dilanjutkan ke makam Mbah Karmuji, Kades kedua Tamansari. Berikutnya ke makam Mbah Djoyo Utomo, Kades ketiga Tamansari dan makam Mbah Zainal Arifin Kades Tamansari ke empat.
“Selain ziarah ke makam para Kades terdahulu kami juga melakukan ziarah ke makam para perangkat desa dan tokoh masyarakat yang dianggap telah berjasa di Desa Tamansari”, ungkap Budi Selasa (21/7/2026).
Kemudian, lanjut Budi, seusai ziarah kubur juga dilanjutkan dengan tasyakuran di kediaman Wiknyo Kepala Desa Tamansari bersama seluruh perangkat, BPD, LPMD, Tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tradisi ini merupakan wujud kearifan lokal yang sarat akan nilai spiritual, gotong royong, dan silaturahmi.
Lebih jauh, Budi menjelaskan atas kebijakan Kades Wiknyo,untuk acara puncak Bersih Desa ini digilir antara pengajian dan pagelaran wayang kulit. Itu merupakan strategi pelestarian budaya dan keseimbangan spiritual yang sangat baik. Konsep ini memadukan nilai religius (doa bersama) dan pelestarian tradisi leluhur (budaya).
“Masyarakat Desa Tamansari ini boleh dibilang majemuk. Selain melestarikan budaya Jawa khususnya juga acara spiritual atau agamis seperti pengajian umum”, tandas orang nomor dua di desa berpenduduk sekitar 1600 jiwa ini.
Dengan kegiatan bersih Desa ini sambung Budi, kita lebih mensyukuri anugerah yang diberikan oleh Tuhan pencipta semesta alam yaitu Allah SWT yang telah memberikan suatu anugerah yaitu tanah yang subur, gemah Ripah Loh Jinawi sehingga masyarakat kita bisa menikmati serta memanfaatkan sesuai bidangnya masing-masing.
“Bagi mereka yang petani bisa bertani, bagi yang pedagang bisa berdagang. Selain itu juga sebagai bentuk syukur, kita juga diberi kemajuan desa yang aman, tentram, masyarakatnya hidup damai guyub rukun. Dengan latar belakang itu Bersih Desa kita laksanakan rutin setiap tahun”, Budi mengakhiri.
Jurnalis: H.Mansyur
Editor : Diky Praseryo












