DUMAI, Jejaringindonesia.com — Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai kembali melayangkan peringatan keras kepada PLN Dumai terkait persoalan kabel jaringan internet yang dinilai semrawut dan menumpang di sejumlah tiang milik PLN. Rabu, (26/08/2026)
Setelah sebelumnya melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan tuntutan agar kabel-kabel internet yang tidak tertata tersebut segera ditertibkan, LHMB menilai sampai saat ini masih diperlukan langkah yang lebih tegas dari pihak PLN.
LHMB meminta PLN Dumai tidak membiarkan aset infrastruktur kelistrikan yang digunakan untuk kepentingan pelayanan publik dipenuhi kabel telekomunikasi yang pemasangannya tidak tertata. Kabel yang menggantung, melilit dan berserakan dinilai berpotensi mengganggu aspek keselamatan, pemeliharaan jaringan, serta kenyamanan masyarakat.
Ketua LHMB Kota Dumai menegaskan, pihaknya akan kembali turun ke jalan apabila PLN tidak menunjukkan tindakan nyata.
«“Kami sudah pernah melakukan aksi dan menyampaikan persoalan ini. Kami kembali mengingatkan PLN Dumai agar bersikap tegas. Jangan sampai kabel-kabel yang berserakan di tiang PLN dibiarkan begitu saja. Kalau tidak ada tindakan nyata, kami siap menggelar aksi demo kedua dengan massa yang lebih besar,” tegas LHMB.»
Menurut LHMB, persoalan ini bukan sekadar masalah pemandangan kota. Tiang PLN merupakan bagian dari infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan kelistrikan dan keselamatan publik. Karena itu, setiap pemanfaatan tiang oleh pihak lain harus dilakukan secara tertib, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta tidak mengganggu fungsi dan keamanan jaringan PLN.
Minta PLN Inventarisasi dan Tertibkan
LHMB mendesak PLN Dumai melakukan inventarisasi terhadap seluruh kabel telekomunikasi yang terpasang pada tiang PLN, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap status dan kepatuhan pemasangannya.
Kabel yang terbukti tidak memiliki dasar penggunaan yang sah, tidak memenuhi ketentuan teknis, atau mengganggu keamanan dan ketertiban jaringan diminta untuk segera ditindak sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.
LHMB juga meminta PLN tidak hanya melakukan penertiban di satu atau dua titik, tetapi melakukan evaluasi secara menyeluruh di wilayah Kota Dumai.
Demo Kedua Bisa Digelar dengan Massa Lebih Besar
LHMB menyatakan aksi demonstrasi kedua akan menjadi bentuk tekanan publik apabila tidak ada respons dan tindakan konkret dari PLN Dumai.
«“Kami tidak ingin persoalan ini terus menjadi polemik. Kami memberikan kesempatan kepada PLN untuk menunjukkan ketegasan. Tetapi apabila tidak ada tindakan, maka aksi kedua akan kami siapkan dengan massa yang lebih besar. Kami ingin PLN benar-benar membersihkan dan menertibkan kabel-kabel yang semrawut tersebut,” ujarnya.»
LHMB menegaskan aksi tersebut dimaksudkan sebagai kontrol sosial dan penyampaian aspirasi masyarakat agar pengelolaan infrastruktur publik dilakukan secara tertib, transparan dan mengutamakan keselamatan.
LHMB berharap PLN Dumai segera merespons tuntutan tersebut dengan langkah nyata dan membuka ruang komunikasi dengan organisasi masyarakat maupun masyarakat yang terdampak.
“Kami tidak anti terhadap perkembangan jaringan internet. Yang kami persoalkan adalah kabel yang tidak tertata dan berpotensi mengganggu keselamatan serta ketertiban. Kalau pemasangannya sesuai aturan dan standar, silakan. Tetapi jika semrawut dan mengganggu aset serta lingkungan, harus ditertibkan,” tegas LHMB.
Kini perhatian tertuju kepada PLN Dumai. Apakah akan segera mengambil langkah penertiban, atau justru menghadapi aksi demonstrasi kedua LHMB dengan massa yang lebih besar.
LHMB: Tertibkan Kabel, Amankan Tiang PLN, Lindungi Masyarakat.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












