Mangkrak Enam Dekade, Ini Alasan Jembatan Jawa-Bali Tak Kunjung Terealisasi

- Redaktur

Jumat, 18 September 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Jejaringindonesia.com – Kemacetan panjang yang kembali terjadi di jalur Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dalam beberapa minggu terakhir membuat pertanyaan lama kembali mencuat, mengapa Banyuwangi dan Bali tidak disambungkan saja dengan jembatan.

Wacana pembangunan jembatan Jawa-Bali sejatinya bukan hal baru. Gagasan ini sudah muncul sejak era 1960-an melalui konsep Tri Nusa Bimasakti yang digagas Prof. Sedyatmo dari ITB, yang membayangkan konektivitas antara Sumatera, Jawa, dan Bali. Wacana tersebut sempat kembali didorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada 2012 seiring meningkatnya volume kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Namun hingga kini proyek itu belum pernah terealisasi.

Jarak Banyuwangi-Bali yang terlihat dekat di peta bukan jaminan mudahnya pembangunan. Kedalaman laut, kondisi dasar laut, gelombang, hingga risiko gempa menjadi kajian penting yang harus diperhitungkan secara matang. Selat Bali sendiri memiliki karakter arus, gelombang, dan pasang surut yang kuat, sehingga struktur fondasi dan tiang jembatan harus mampu menahan tekanan tersebut dalam jangka panjang tanpa mengganggu jalur pelayaran yang padat.

Selain aspek teknis, wacana ini juga pernah mendapat penolakan. Saat kembali mencuat pada 2012, sejumlah pihak di Bali, termasuk Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), sempat menyatakan keberatan. Selat Bali juga memiliki nilai penting dalam tradisi dan budaya masyarakat Bali. Dalam kearifan lokal, selat tersebut dikaitkan dengan kisah Dang Hyang Sidimantra dan Manik Angkeran, sehingga tidak hanya dipandang sebagai ruang geografis, melainkan juga memiliki nilai spiritual.

Jika jembatan dibangun, dampaknya akan sangat besar. Pola pergerakan orang dan barang antara Jawa-Bali akan berubah total dan berpengaruh pada tata ruang, lingkungan, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi di kedua wilayah. Karena itu kajian harus dilakukan secara menyeluruh.

Hingga September 2026, belum ada kepastian kapan proyek jembatan Jawa-Bali akan dimulai. Sementara itu, Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Gilimanuk di Jembrana tetap menjadi jalur utama penyeberangan.

Dengan antrean yang sempat mencapai belasan kilometer pada awal September 2026, solusi jangka pendek yang lebih realistis adalah optimalisasi layanan penyeberangan, penambahan kapasitas dermaga, pengoperasian kapal berkapasitas besar, serta penataan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Jurnalis: Boby
Editor: Hafid

Berita Terkait

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Pemkab Malang Teguhkan Semangat Persatuan pada Hari Kesaktian Pancasila 2026
Pasar Banyuwangi Mulai Beroperasi Dengan Konsep Lebih Modern
Fokus Turunkan Angka Kemiskinan, Raperda Perubahan APBD Kabupaten Banyuwangi Disahkan
Fasum Dipersoalkan Warga, BPN Kota Batu Tegaskan Bakal Lakukan Pemblokiran SHM Pemilik Lahan
Pemkab Sorong Apresiasi Pesatnya Perkembangan Orado, Isack Yable: Orado Harus Jadi Olahraga Semua Kalangan
Osob Kiwalan Didorong Jadi Identitas Hidup, Bukan Sekadar Warisan Masa Lalu

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru