Malang, JejaringIndonesia.com – Puluhan pelajar mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMK Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (NUSA), Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui penguatan kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Persami KKRI tersebut merupakan gelombang keempat pelaksanaan program KKRI tahun 2026 yang digelar Kodim 0818/Malang-Batu secara bergilir di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Sebanyak 60 pelajar mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kodim 0818/Malang-Batu dengan SMK NUSA Poncokusumo.
Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P. mengatakan, kegiatan KKRI diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter, rasa cinta tanah air, serta jiwa kepemimpinan.
“Secara tujuan atau tema dari kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Kemudian kita ingin memiliki generasi muda yang berkarakter, punya jiwa kepemimpinan,” kata Bayu.
Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan. Para pelajar perlu mendapatkan pengalaman dan pembekalan sejak dini agar memiliki kesiapan ketika kelak mengambil peran di tengah masyarakat maupun dalam berbagai bidang pengabdian.
Bayu menjelaskan, kegiatan KKRI juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dinas terkait, dan satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaan di Poncokusumo, pihak sekolah mendapat perhatian karena dinilai memiliki komitmen dalam mendukung pembinaan generasi muda.
“Di sini saya sangat kagum dengan semangat pihak sekolah. Bahkan kita mengapresiasi pihak sekolah atas semangatnya untuk bekerja sama dengan kita,” ujarnya.
Selain pembentukan karakter, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai peluang pengabdian melalui institusi negara, termasuk informasi mengenai rekrutmen TNI.
Hal tersebut disampaikan seiring adanya penambahan kebutuhan personel berkaitan dengan pemenuhan batalion teritorial pembangunan.
Bayu mengatakan, pelajar yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri dapat memperoleh pembinaan sejak dini. Bagi mereka yang berminat mengikuti seleksi TNI, pembinaan dapat mencakup aspek fisik, psikologi, maupun pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses seleksi.
“Kita bisa bantu untuk memfasilitasi mereka, melatih pembinaan sejak dini, mulai dari kelas 1, mungkin kelas 2, kelas 3. Jadi ketika nanti mereka akan lulus, mereka sudah punya persiapan yang lebih daripada yang lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembekalan tersebut bukan merupakan jaminan kelulusan dalam proses rekrutmen. Namun, pembinaan sejak dini diharapkan membantu pelajar memahami tuntutan dan mempersiapkan diri secara lebih terarah.
Program KKRI di wilayah Kodim 0818/Malang-Batu juga direncanakan berlangsung secara berkala. Pelaksanaannya dijadwalkan setiap tiga bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Yang jelas ini perintah, ini program dari atasan kita, dari pimpinan kita. Akan berlanjut ini, setiap tiga bulan kita melaksanakan di satu sekolah. Tapi tempatnya kita pindah-pindah, tidak hanya di sini, tetapi di seluruh wilayah Kabupaten Malang plus Kota Batu,” tegas Bayu.
Kepala SMK Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (NUSA) Imron Syahroni menambahkan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kodim 0818/Malang-Batu dengan pihak sekolah. Dari 60 peserta yang mengikuti KKRI, sekitar 40 persen merupakan pelajar perempuan dan 60 persen pelajar laki-laki.
Peserta dipilih dari kalangan pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap institusi TNI AD. Sebagian besar berasal dari pengurus OSIS serta siswa yang aktif dalam organisasi ekstrakurikuler seperti Pramuka dan organisasi sekolah lainnya.
“Ini adalah kegiatan kolaboratif antara Kodim 0818 dengan SMK NUSA. Ada 60 peserta Korps Kadet Republik Indonesia di Poncokusumo yang dilaksanakan di SMK kita,” kata Imron.
Menurutnya, peserta juga menjalani pemetaan bakat dan minat terhadap institusi TNI AD. Hasil tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan untuk melihat potensi dan ketertarikan peserta terhadap bidang yang berkaitan dengan kedisiplinan dan pengabdian.
Imron berharap kegiatan KKRI tidak berhenti pada pelaksanaan Persami. Menurutnya, latihan berkelanjutan akan memberikan ruang kepada para kadet untuk mempersiapkan diri sekaligus memperoleh pembinaan yang lebih terarah.
“Harapannya dari kadet ini nanti ada latihan secara berkelanjutan untuk memfasilitasi mereka meraih cita-cita,” ujarnya.
Ia menyebut pihak Kodim 0818 juga memberikan dukungan kepada sekolah untuk memulai latihan fisik, terutama bagi pelajar kelas X. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi persiapan awal apabila mereka kelak mengikuti tahapan seleksi.
“Pak Dandim menyampaikan akan support lembaga kita untuk mulai latihan fisik, paling tidak kepada anak-anak kelas 10. Sehingga nanti pada saat tes itu sudah siap, utamanya tes fisik,” jelas Imron.
Imron menegaskan, keikutsertaan SMK NUSA dalam program tersebut tidak berkaitan dengan rangkaian Harlah LP Ma’arif NU, meskipun pelaksanaannya berlangsung pada waktu yang berdekatan.
Ia mengatakan, pihak sekolah sengaja memanfaatkan kesempatan tersebut karena memandang KKRI memiliki nilai pendidikan yang relevan bagi pembentukan karakter peserta didik.
“Tidak ada keterkaitan dengan Harlah. Meskipun beririsan, kami memandang bahwa KKRI ini penting bagi anak-anak sehingga kami mengambil kesempatan ini di waktu yang sama,” ungkapnya.
Bagi pihak sekolah, KKRI memiliki korelasi dengan penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam aspek bela negara, kedisiplinan, jiwa korsa, kerja sama, serta pembentukan tanggung jawab sosial pelajar.
“Kami beranikan diri karena peluang anak-anak untuk peningkatan bela negara, kedisiplinan, kemudian jiwa korsa, kerja sama, dan lain sebagainya itu bisa kita tangkap dalam kegiatan KKRI ini,” pungkas Imron.
Program KKRI di Poncokusumo tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui kerja sama antara institusi pendidikan dan unsur pertahanan. Pola pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada pelajar dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Penulis : Hafid
Editor: Diky P.












