718 Mahasiswa Baru Universitas Kepanjen Ikuti PKKMB 2026, Ada Mahasiswa dari Sudan hingga Papua Nugini

- Redaktur

Selasa, 15 September 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, Jejaringindonesia.com – Sebanyak 718 mahasiswa baru Universitas Kepanjen mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Aula Lantai 3 Universitas Kepanjen, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem pembelajaran, sekaligus membangun kesiapan sebelum memasuki dunia perkuliahan.

Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, D.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan, jumlah mahasiswa baru tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 680 mahasiswa.

“Alhamdulillah, tahun ini ada 718 mahasiswa baru. Ada peningkatan dibandingkan tahun kemarin yang sekitar 680 mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai daerah. Mayoritas masih berasal dari wilayah Malang Raya, namun terdapat pula mahasiswa dari luar daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga mahasiswa internasional.

“Sekarang juga ada mahasiswa internasional. Di Keperawatan ada mahasiswa dari Sudan, kemudian dari Papua New Guinea yang mengambil Fakultas Ekonomi Bisnis,” jelasnya.

Dari total 718 mahasiswa baru, sebanyak 547 mahasiswa masuk Fakultas Ilmu Kesehatan, sedangkan sekitar 166 mahasiswa memilih Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Tri Nurhudi menegaskan, Universitas Kepanjen mengusung visi sebagai kampus yang unggul, bermartabat, dan transformatif. Karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat menjadi jalan untuk mengubah kehidupan seseorang.

“Pendidikan itu investasi jangka panjang, tidak bisa instan. Harapannya, teman-teman mahasiswa melalui pendidikan ini bisa merubah dunia,” katanya.

PKKMB Universitas Kepanjen dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Pada dua hari pertama, mahasiswa mendapatkan berbagai materi di dalam ruangan, mulai dari pengenalan akademik, pengembangan kognitif, psikologis, hingga pemetaan minat dan bakat.

Selain itu, mahasiswa juga diarahkan untuk mengenali potensi diri, termasuk bagi mereka yang ingin menjalani kuliah sambil bekerja, magang, maupun memiliki kesempatan untuk berkiprah di luar negeri.

Sementara pada hari terakhir, kegiatan akan lebih banyak diisi dengan kreativitas mahasiswa, termasuk pentas seni dan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa baru.

“Harapannya mahasiswa berani berubah. Tidak cukup hanya lulusan SMA atau SMK, tetapi berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Tri.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin.

Sanusi menekankan pentingnya semangat belajar sejak masih muda. Menurutnya, masa mahasiswa merupakan kesempatan yang tidak akan terulang kembali.

“Semangat belajar mumpung masih muda, tenaga dan pikiran masih fresh, harus digunakan sebaik-baiknya. Masa kalian hari ini tidak akan pernah terjadi lagi di esok hari,” pesan Sanusi.

Ia mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan seseorang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Sanusi pun mengajak mahasiswa baru untuk menanamkan jiwa saling membantu dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Mulai sekarang harus ditanamkan jiwa penolong. Kalau kita saling membantu dan bergotong royong, pertolongan dari Allah akan turun,” pungkasnya. (Diky/Ones)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru