Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Jejaringindonesia.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Kawah Ijen, Minggu pagi (6/9/2026) dan langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan api di medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspon cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bagio, mengatakan operasi pemadaman dari udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian. Area tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
“Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” ujar Bagio.

Menurutnya, jumlah penyiraman yang dapat dilakukan dalam sehari belum bisa dipastikan. Operasi helikopter bergantung pada ketersediaan sumber air dan kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.

“Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita ngak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali,” tutur dia.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan. Di antaranya embung di kawasan Medco Geothermal.

Ke depan menurutnya BPBD Jatim akan mengusulkan pembuatan embung khusus ke perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen untuk mendukung penanganan kebakaran apabila terjadi peristiwa serupa pada waktu mendatang.

“Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita ngak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat,” kata Bagio.

Kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

“Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan menambahkan, helikopter ini memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.

“Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” kata Patria.

Patria menjelaskan, salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan mengarah ke bawah. Namun, di area tersebut terdapat jurang yang dalam.

Sementara api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Meski demikian, kondisi kawasan tersebut cukup kompleks karena terdapat banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.

Kondisi medan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pemadaman dari udara, termasuk penentuan sumber air yang digunakan helikopter.

“Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling deket dan paling memungkinkan secara obstacle,” terangnya.

Jurnalis: Boby
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru