BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Di tengah kemacetan kendaraan yang mencekik jalur utara Banyuwangi, pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk mendadak diganti.
Arief Eko Kurniansjah yang belum genap enam bulan menjabat sebagai General Manager / GM ASDP Ketapang resmi digantikan oleh Media Syahrianto Heriawan pada Minggu (6/9/2026).
Pergantian nakhoda ini terjadi saat lintasan Ketapang-Gilimanuk terus didera antrean panjang. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga lebih dari 12-15 kilometer hingga wilayah Wongsorejo selama beberapa hari terakhir. Dampaknya meluas hingga menghambat sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pertanian di Banyuwangi.
Fenomena bongkar pasang pimpinan ini juga memperpanjang catatan singkat masa jabatan GM ASDP Ketapang. Dari tiga GM terakhir, nyaris tidak ada yang menjabat sampai tujuh bulan. Arief Eko sendiri baru memimpin sejak awal Maret 2026 menggantikan Ardhy Ekapaty.
Usai sertijab, GM ASDP Ketapang yang baru, Media Syahrianto Heriawan, mengakui kemacetan di wilayah Pelabuhan Ketapang menjadi tantangan besar.
“Pertama, kita mengatur kendaraan sebaik mungkin. Mengkoordinasikan dengan BPTD untuk menambah jumlah kapal besar yang beroperasi. Saat ini kita juga mengupayakan TBB / Tiba, Bongkar, Berangkat,” ujar Media.
Ia memastikan penanganan kemacetan menjadi prioritas utama melalui sinergi lintas instansi. Beberapa pihak yang dilibatkan di antaranya BPTD, KSOP, Kepolisian, Denpom, hingga Dinas Perhubungan.
Banyuwangi, Kamis 4 September 2026.
Sumber: PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang
Jurnalis: Boby Try
Editor’ Diky Prasetyo












