Ekspor ke 20 Negara, Koral Budidaya Banyuwangi Diminati Pasar Global

- Redaktur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Jejaringindonesia.com – Koral hidup hasil budidaya di Kabupaten Banyuwangi terus menembus pasar internasional. Produk yang dibudidayakan para pelaku usaha lokal tersebut kini telah diekspor ke sekitar 20 negara di Asia, Amerika, hingga Eropa.

Terbaru, ekspor koral hidup senilai 2.500 USD (dolar AS) dengan tujuan Amerika Serikat dilakukan oleh PT Srikandi Aquarium, Ketapang, Banyuwangi, Jumat (28/8/2026). Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Owner PT Srikandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengatakan perusahaannya telah menekuni budidaya sekaligus ekspor koral hidup sejak 2011. Dalam kurun waktu 15 tahun, produknya telah menjangkau pasar di sekitar 20 negara di tiga benua.

“Kami mulai ekspor sejak 2011. Sampai sekarang sudah sekitar 20 negara yang menjadi tujuan ekspor,” ujar Sukandi.

Menurutnya, seluruh koral yang diekspor merupakan hasil budidaya, bukan berasal dari pengambilan langsung dari alam. Budidaya dilakukan di fasilitas pembudidayaan di Jalan Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

Saat ini, terdapat sekitar 29 jenis koral yang dibudidayakan. Dalam setahun, produksinya mencapai sekitar 80 ribu koloni atau biji koral.

“Produksi kami sekitar 80 ribu biji koral dalam satu tahun,” katanya.

Menariknya, seluruh produksi tersebut diperuntukkan bagi pasar ekspor. Sukandi tidak melayani penjualan koral hidup untuk pasar domestik karena permintaan dari pasar luar negeri dinilai masih cukup tinggi.

Pengiriman dilakukan secara berkala, sekitar setiap delapan hingga 10 hari sekali, dengan nilai ekspor rata-rata mencapai 25 ribu dolar AS dalam setiap bulannya.

“Pasarnya cukup baik dan harga koral relatif stabil, tidak terlalu fluktuatif,” ujarnya.

Meski memiliki pasar yang cukup menjanjikan, budidaya koral juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya kondisi gelombang laut yang cukup besar, terutama pada periode tertentu.

“Seperti bulan Agustus ini, gelombang cukup besar. Meja-meja budidaya di laut bisa bergoyang. Karena itu harus diperkuat agar tidak terbalik,” kata Sukandi.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan budidaya koral di Banyuwangi. Saat ini, jumlah pembudidaya koral di daerah tersebut masih relatif terbatas, sekitar 10 pelaku usaha.

“Kalau di Indonesia, sentra pembudidayaannya banyak di Jakarta dan Bali. Totalnya hampir 100 pengusaha,” ujarnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat resmi melepas ekspor koral ke AS mengatakan pemerintah terus mendorong produk-produk UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar internasional.

“Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara. Tugas mereka mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya produk UMKM yang ada di Banyuwangi,” kata Budi.

Keberhasilan koral budidaya Banyuwangi menembus pasar internasional menjadi salah satu contoh bahwa produk berbasis potensi lokal memiliki peluang untuk bersaing di pasar global.

Pengembangan budidaya koral juga sekaligus menunjukkan bahwa potensi kelautan Banyuwangi tidak hanya dapat dimanfaatkan melalui sektor perikanan tangkap, namun juga melalui kegiatan budidaya yang memiliki nilai ekonomi dan pasar ekspor.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru