MALANG, Jejaring Indonesia.com – Melalui devisi Humas,mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 170 melaksanakan program Eco Green School atau edukasi dan Pengelolaan Sampah.
Program tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan sekolah hijau di tiga sekolah dasar di Desa Argotirto, yaitu SDN 01 Argotirto, SDN 03 Argotirto, dan SDN 02 Argotirto yang dilaksanakan secara bertahap mulai 6 hingga 15 Agustus 2026 dengan melibatkan mahasiswa KKN dan siswa sekolah.
Selain itu juga sebagai bentuk upaya mahasiswa KKN Kelompok 170 untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Berdasarkan fakta dilapangan,
masih terdapat sampah di lingkungan sekolah. Karena pemilahan sampah belum dilakukan secara optimal, termasuk penerapan barang bekas. Namun demikian, lingkungan sekolah masih dapat dikembangkan agar menjadi lebih hijau dan asri.
Melalui program Eco Green School ini,
mahasiswa KKN Kelompok 170 memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah sekaligus mengajak siswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan praktik.
Dengan memperkenalkan konsep 3 R (Reduce,Reuse, Recycle) sebagai salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi, siswa juga diajak untuk memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna dan estetika.
Rangkaian kegiatan diawali pada 6 Agustus 2026 melalui sosialisasi Eco Green School di SDN 01 Argotirto. Sosialisasi diberikan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan materi mengenai Eco Green School dan konsep 3R.
Berlanjut pada 10 Agustus 2026 dengan praktik pembuatan pot dari botol bekas, penanaman tanaman, kerja bakti, serta kegiatan menghias dan memperindah lingkungan sekolah.
Mahasiswa juga memperkenalkan tanaman yang diberikan kepada sekolah, yaitu tanaman bulu ayam, romini, dan brokoli kuning. Bersama siswa, mahasiswa KKN turut membuat taman mini di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, kegiatan Eco Green School dilaksanakan di SDN 03 Argotirto pada 12 Agustus 2026 berfokus berfokus pada edukasi mengenai sampah organik dan nonorganik, konsep 3R, serta cara membuat pupuk organik dengan metode kompos pada siswa kelas 4-6.
Siswa diajak untuk melakukan kerja bakti, memilah dan memilih sampah serta mempraktikkan pembuatan pupuk kompos secara bersama-sama. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan galon bekas Cleo sebagai salah satu wadah untuk pembuatan pupuk kompos.
Rangkaian terakhir dilaksanakan di SDN 02 Argotirto pada 15 Agustus 2026. Edukasi Eco Green School dan konsep 3R diberikan kepada siswa kelas 4 hingga kelas 6. Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak bergotong royong dan memanfaatkan barang bekas untuk menghias lingkungan sekolah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat bunga dari gelas minuman bekas, seperti gelas bekas Teh Gelas dan Teh Rio. Gelas bekas tersebut kemudian dicat warna merah dan putih untuk dijadikan hiasan lingkungan sekolah. Kegiatan juga dilengkapi dengan penanaman tanaman bersama siswa.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan edukasi maupun praktik. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam membuat kerajinan dari barang bekas, menanam tanaman, memilah sampah, membuat pupuk kompos, serta menjaga dan memperindah lingkungan sekolah.
Kepala sekolah dan guru dari sekolah yang menjadi lokasi kegiatan turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program. Ibu Eva Nikmatul Maulidiyah dari SDN 01 Argotirto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu guru dalam melakukan aktivitas di luar kelas. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan Eco Green School yang melibatkan para siswa.
Selain itu, para guru dari SDN 03 Argotirto (Ibu Lila Firdiawati selaku wali kelas kelas VI) “menyampaikan bahwa para siswa sudah mampu memilih dan memilah jenis sampah, seperti sampah organik dan anorganik.
Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah mengajak siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Eco Green School”. (Ibu Latifatul Jannah selaku wali kelas kelas IV) “menyampaikan bahwa setelah adanya kegiatan Eco Green School, mulai terlihat peningkatan dalam pembiasaan siswa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Salah satu contohnya adalah siswa menjadi lebih tanggap ketika melihat sampah plastik dan segera membuangnya ke tempat sampah, meskipun sampah tersebut bukan milik mereka”. Selain itu, siswa juga mulai memahami jenis barang yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna.
Kebiasaan menjaga lingkungan juga mulai diterapkan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti menyiram tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, serta bergotong royong. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Eco Green School memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Keterlibatan siswa secara langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan secara teori, tetapi juga dapat belajar melalui pengalaman dan praktik secara langsung.
Melalui program Eco Green School, KKN UMM Kelompok 170 berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan dapat membiasakan diri menerapkan prinsip 3R, memilah sampah, memanfaatkan barang bekas, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Program ini juga diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan KKN selesai. Kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan diharapkan dapat terus dilakukan oleh siswa sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan asri. Melalui kegiatan sederhana yang melibatkan siswa secara langsung, Eco Green School menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN UMM Kelompok 170 dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Jurnalis: H.Mansyur
Editor: Diky Prasetyo












