Dumai, Jejaringindonesia.com – Kondisi Jalan Lintas Dumai–Pakning, khususnya pada ruas Kelurahan Mundam, Kota Dumai, hingga perbatasan Desa Selinsing, Kabupaten Bengkalis, kian memprihatinkan. Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) serta kerusakan jalan di sepanjang jalur tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan tersebut nyaris gelap gulita pada malam hari akibat terbatasnya fasilitas penerangan. Kondisi ini semakin berisiko karena jalur tersebut merupakan akses vital dengan mobilitas kendaraan yang tinggi, termasuk truk bertonase besar yang melayani aktivitas kawasan industri, di antaranya menuju PT Wilmar Group.
Padatnya lalu lintas kendaraan berat, terutama pada malam hari, meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan. Risiko tersebut diperparah dengan banyaknya lubang serta permukaan jalan yang tidak rata di sejumlah titik.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling rentan. Selain harus berbagi jalan dengan kendaraan berat, mereka juga harus menghindari kerusakan jalan yang dapat memicu kecelakaan.
Salah seorang warga Medang Kampai, Ngah Mawar, mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan memadai.
“Kalau malam hari jalan sangat gelap, sementara kendaraan besar perusahaan terus lalu lalang. Jalannya berlubang dan lampu penerangan sangat minim. Kami yang menggunakan sepeda motor merasa sangat waswas setiap melintas,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Dumai, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Provinsi Riau, serta DPRD sesuai kewenangannya untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan tersebut. Warga juga berharap adanya sinergi dengan perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan jalur tersebut agar perbaikan infrastruktur dapat dipercepat.
Selain pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai, masyarakat meminta perbaikan segera terhadap titik-titik jalan yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, melindungi keselamatan pengguna jalan, serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur strategis tersebut.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












