MALANG, JEJARING INDONESIA – Guru kelas VI memiliki peran emosional yang mendalam sebagai saksi utama kelulusan para siswa. Selama enam tahun, guru mendampingi dan menyaksikan langsung transformasi anak didik dari awal masuk sekolah hingga siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan garis awal untuk petualangan yang lebih tinggi.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Siti Zahrotul Hidayah, seorang guru kelas VI di SDN 3 Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
“Untuk ujian akhir sudah selesai, tinggal persiapan acara pelepasan. Mulai dari latihan menyanyi dan tampilan lain dalam acara wisuda nanti,” terang wanita lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Tulungagung tahun 2019 tersebut pada Senin (8/6/2026).
Sebagai guru kelas VI, peran perempuan yang akrab disapa Bu Siti ini sangat krusial dalam momen wisuda.
Ia bertindak sebagai pembimbing, motivator, sekaligus panutan bagi para siswa.Tidak berjuang sendiri, di momen perpisahan ini seluruh guru SDN 3 Kedungbanteng turut bahu-membahu memastikan kelancaran acara. Mereka memberikan apresiasi atas kelulusan siswa, serta memberikan bekal moral dan pesan inspiratif untuk perjalanan pendidikan anak-anak ke depan.
Bu Siti berharap, anak-anak yang sudah dinyatakan lulus ini bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta konsisten mengejar cita-cita mereka.”Alhamdulillah, seluruh siswa kelas VI dinyatakan lulus 100 persen. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya.
Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan mengantarkan anak-anak kami menjadi generasi emas yang shalih dan shalihah, berakhlak mulia, serta menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo












