Peringatan Hari Jadi ke-73 Desa Ringinsari Bakal Meriah dengan Parade Sholawat dan Pengajian Umum
MALANG, JEJARING INDONESIA – Guna memohon keberkahan, keselamatan, serta mempererat kerukunan masyarakat, Pemerintah Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang bersiap menggelar peringatan Hari Jadi desa yang ke-73. Acara puncak yang berfokus pada kegiatan religi ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) mendatang.
Desa berpenduduk lebih dari 5.000 jiwa ini akan menghadirkan parade sholawat serta pengajian umum yang diisi oleh penceramah kondang asal Turen, Kabupaten Malang, KH. Isnandar. Pengajian ini diharapkan menjadi sarana mendoakan keselamatan desa sekaligus meningkatkan keimanan warga.
Sekretaris Desa Ringinsari, Mustain, S.Pd., mengungkapkan bahwa parade sholawat ini merupakan gerakan keagamaan tingkat desa. Tujuannya adalah menyatukan masyarakat dalam iman untuk bersama-sama membangun desa.
“Parade sholawat nanti dilantunkan bersama atas kolaborasi empat majelis besar, yaitu Majelis Sholawat Al-Hidayah, Al-Ikhwan, Hidayatul Muttaqin, dan Al-Ikhlas,” ujar Mustain.
Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian kegiatan akan diawali dengan Khotmil Qur’an secara serentak di seluruh masjid dan mushola di wilayah Desa Ringinsari. Selain itu, Kepala Desa bersama jajaran perangkat desa dijadwalkan melakukan doa bersama serta ziarah tabur bunga ke makam para mantan kepala desa dan tokoh masyarakat terdahulu untuk mengenang jasa kepemimpinan mereka.
Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 100 undangan VIP. Selain elemen masyarakat setempat, hadir pula jajaran Muspika Sumbermanjing Wetan serta anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Sugianto.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Sunardiono, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis mulai dari pembentukan panitia hingga penyusunan jadwal kegiatan telah dimatangkan.
“Semoga dengan peringatan hari jadi ke-73 ini, masyarakat Desa Ringinsari selalu guyub rukun dan terus bergotong royong dalam membangun desa agar semakin maju dan terhindar dari mara bahaya,” harap Sunardiono.
Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo





