Halal Bihalal tretan MADAS se Malangraya, Dilaksanakan di Perumahan Karanglo indah Blimbing

- Redaktur

Sabtu, 11 April 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, JEJARING INDONESIA- Kegiatan Halal Bihalal Taretan Madureh Malang Raya berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan di Balai RW Perumahan Karanglo Indah, wilayah Blimbing, Malang, pada Sabtu (11/4/2026). Sejak pagi hari, masyarakat Madura yang telah berakar di Malang Raya mulai berdatangan, menghadirkan suasana kekeluargaan yang kental dalam balutan silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan sholawat dari grup hadrah yang menggema syahdu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Momentum awal ini menjadi pengikat batin seluruh hadirin dalam nilai-nilai keimanan, sekaligus mengingatkan pentingnya kembali kepada kesucian hati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintahan tingkat kelurahan dan kecamatan, jajaran kepolisian dari Polsek Blimbing, hingga relawan lintas komunitas seperti RKM, BAZAR KOTAM, dan RKPM yang bersama-sama menunjukkan semangat kolaborasi dalam memperkuat kebersamaan.

Dalam sambutannya, perwakilan kepolisian menyampaikan bahwa menjaga silaturahmi merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami pun juga menjaga dan terus melestarikan tali silaturahmi guna merawat relasi,” ujarnya, menegaskan komitmen aparat dalam mendukung kebersamaan masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan, Moh. Shofwan, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah memperkuat identitas sekaligus solidaritas Taretan Madureh. Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Muhsin, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausiyahnya, Kyai Fauzi menguraikan makna mendalam dari tradisi halal bihalal. Ia mengisahkan bahwa tradisi ini memiliki akar sejarah ketika Soekarno bersilaturahmi kepada para ulama, hingga melahirkan konsep halal bihalal sebagai sarana mempersatukan umat. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa silaturahmi memiliki keutamaan besar, di antaranya menggugurkan dosa, memperpanjang umur, serta mendatangkan rezeki.

Setelah tausiyah, seluruh hadirin mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Gus Rohman. Dalam suasana hening dan penuh khusyuk, para peserta diajak menundukkan kepala, memanjatkan doa agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan serta mempererat tali persaudaraan di antara sesama.

Memasuki sesi ramah tamah, suasana semakin semarak dengan beragam penampilan seni dan budaya.

Pertunjukan pencak silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama melalui penampilan Eliyana Rahmatika, siswi kelas 5 SD asal Tasikmadu, Kelurahan Lowokwaru, yang telah menorehkan prestasi gemilang dengan sembilan kali juara satu dan empat kali juara dua di berbagai kejuaraan tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Tak hanya itu, seni bela diri juga ditampilkan oleh Perguruan Pencak Silat Nasional Madura Group di bawah pimpinan H. Samsul, yang menghadirkan gerakan tegas dan penuh filosofi, mencerminkan nilai keberanian dan kehormatan dalam budaya Madura.

Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan SAKERA MADAS Malang Raya yang dipimpin oleh Abdul Kholik. Pertunjukan seni Sakera yang dipadukan dengan pencak silat ini menampilkan barisan pria dan wanita Madura dengan gerakan kompak, penuh semangat, serta sarat makna keberanian dan kehormatan sebagai ciri khas budaya Madura.

Selain itu, hiburan organ tunggal turut menghangatkan suasana, menghadirkan nuansa santai dan mempererat keakraban antarwarga dalam balutan kebersamaan yang penuh kegembiraan.

Sebagaimana falsafah hidup orang Madura, “oreng jhujhur bakal pojhur, oreng se atellor bakal atemmor”, kejujuran dan kesungguhan akan mengantarkan pada kebaikan dan keberkahan. Nilai ini selaras dengan semangat masyarakat Madura yang menjunjung tinggi agama dan adat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, sehingga dikenal sebagai komunitas dengan solidaritas yang kuat.
Melalui kegiatan ini, Taretan Madureh di Malang Raya menunjukkan bahwa kebersamaan bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan yang hidup dan terus dirawat. Masyarakat Madura yang telah berakar tidak hanya menjaga jati diri budayanya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, religius, dan penuh makna di tengah dinamika zaman. (Ria)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru