Lapas Banyuwangi Gelar Sidang TPP, Bahas Usulan Program Integrasi Warga Binaan

- Redaktur

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, JEJARING INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Banyuwangi tersebut membahas usulan program integrasi bagi sejumlah warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

Sidang TPP merupakan salah satu tahapan penting dalam sistem pemasyarakatan yang bertujuan untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap perilaku, perkembangan kepribadian, serta tingkat kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana di dalam lapas. Melalui forum tersebut, berbagai aspek pembinaan menjadi bahan pertimbangan sebelum warga binaan diusulkan memperoleh hak integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas.

Kegiatan sidang diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta petugas pembinaan yang tergabung dalam Tim Pengamat Pemasyarakatan. Dalam proses pembahasannya, setiap warga binaan yang diusulkan memperoleh program integrasi dievaluasi berdasarkan rekam jejak selama menjalani pembinaan, termasuk kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, keaktifan mengikuti program pembinaan, hingga perubahan perilaku yang ditunjukkan selama berada di dalam lapas.

Pihak Lapas Banyuwangi menegaskan bahwa seluruh proses sidang dilakukan secara transparan, profesional, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program integrasi benar-benar diberikan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif dan dinilai siap kembali beradaptasi di tengah masyarakat.

“Sidang TPP menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan kelayakan warga binaan untuk mendapatkan hak integrasi. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek pembinaan yang telah dijalani,” ujar salah satu petugas dalam sidang tersebut.

Selain sebagai forum evaluasi, Sidang TPP juga menjadi sarana monitoring terhadap efektivitas program pembinaan yang selama ini dijalankan di Lapas Banyuwangi. Dengan adanya evaluasi berkala, pihak lapas dapat memastikan bahwa proses pembinaan berjalan sesuai tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Program integrasi sendiri merupakan salah satu hak warga binaan yang diberikan secara bertahap sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun demikian, pemberian hak tersebut tidak dilakukan secara otomatis, melainkan melalui proses penilaian yang ketat dan berjenjang guna memastikan warga binaan benar-benar telah memenuhi syarat.

Selama ini, Lapas Banyuwangi terus berkomitmen menghadirkan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan sosial warga binaan. Berbagai program pembinaan kepribadian maupun kemandirian secara rutin diberikan sebagai bekal bagi warga binaan agar memiliki kesiapan mental, moral, dan keterampilan saat kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui pelaksanaan Sidang TPP ini, Lapas Banyuwangi berharap proses pembinaan dan pemberian hak integrasi dapat berjalan secara optimal serta tetap mengedepankan prinsip keadilan, akuntabilitas, dan keamanan. Dengan demikian, warga binaan yang nantinya kembali ke masyarakat diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik serta tidak mengulangi pelanggaran hukum di kemudian hari.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Lapas Banyuwangi dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara profesional, tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pembentukan karakter bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih produktif dan bertanggung jawab.

 

Jurnalis: Boby Try

Editor: Diky Pras

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru