Perkuat Pendidikan Warga Binaan, Lapas Banyuwangi Jalin Sinergi dengan Dinas Pendidikan

- Redaktur

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, JEJARING INDONESIA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah proaktif Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Banyuwangi yang melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi pada Senin (11/05).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Lapas Banyuwangi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penyelenggaraan program pendidikan non-formal bagi warga binaan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, dengan fokus utama membahas keberlanjutan kurikulum pendidikan, dukungan administratif, serta penguatan teknis pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam lingkungan lapas.

Dalam pertemuan itu, pihak Lapas Banyuwangi menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus tetap dipenuhi meskipun sedang menjalani masa pidana. Oleh karena itu, keberadaan program pendidikan di dalam lapas menjadi sangat penting sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.

Kasi Binadik Lapas Banyuwangi menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan dan pembentukan karakter warga binaan. Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membangun pola pikir yang lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.

“Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Kami ingin memastikan warga binaan tetap memiliki kesempatan belajar dan memperoleh pendidikan yang layak sebagaimana masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh program pendidikan non-formal di dalam lapas berjalan sesuai standar yang berlaku. Dengan adanya dukungan dari Dinas Pendidikan, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.

Program pendidikan non-formal yang selama ini berjalan di Lapas Banyuwangi mencakup berbagai jenjang, mulai dari paket kesetaraan hingga pembelajaran keterampilan dasar. Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kepribadian yang bertujuan menciptakan warga binaan yang produktif dan siap kembali beradaptasi di lingkungan sosial setelah bebas nantinya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan Lapas Banyuwangi. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus mendukung penyelenggaraan pendidikan di dalam lapas agar seluruh warga binaan tetap mendapatkan hak pendidikan secara maksimal.

Menurutnya, pendidikan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana. Karena itu, kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

Sinergi antara Lapas Banyuwangi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, pendidikan juga menjadi media pembentukan mental dan karakter positif bagi warga binaan.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, Lapas Banyuwangi optimistis program pembinaan pendidikan akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemasyarakatan modern tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup warga binaan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (Boby Try)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru