Polresta Pasuruan Kota Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah, Bangun Daya Tangkal Pelajar
PASURUAN KOTA, JEJARING INDONESIA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pasuruan Kota mengambil langkah proaktif dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. Sepanjang April 2026, kepolisian menggelar rangkaian sosialisasi edukatif di sejumlah sekolah menengah di wilayah hukum Kota Pasuruan guna membangun daya cegah dan daya tangkal siswa terhadap barang haram tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polresta Pasuruan Kota, AKP Ronny Margas, S.H. Fokus utama program ini adalah memastikan lingkungan sekolah tetap steril dari peredaran gelap narkotika melalui edukasi dini yang komprehensif.
Dalam arahannya di hadapan para siswa, AKP Ronny Margas menekankan bahwa pelajar merupakan aset vital bangsa yang harus dilindungi. “Melalui edukasi ini, kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan mengenai dampak buruk narkoba, baik dari sisi kesehatan maupun konsekuensi hukum,” ujar AKP Ronny.
Ada empat poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut:
Edukasi Dampak Kesehatan: Memberikan pemahaman mendalam mengenai kerusakan fisik dan mental permanen akibat konsumsi zat terlarang seperti sabu dan ekstasi.
Waspada Modus Baru: Mengingatkan siswa untuk berhati-hati terhadap trik peredaran narkoba yang kini merambah media sosial dan lingkungan pergaulan remaja.
Sanksi Pidana: Penegasan hukum bahwa pengedar maupun penyalahguna dapat dijerat hukuman berat sesuai undang-undang yang berlaku.
Layanan Laporan: Mengajak pihak sekolah dan siswa untuk aktif melapor melalui saluran resmi Polres jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menyatakan bahwa pendekatan preventif ke sekolah-sekolah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diambil demi menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta menjamin masa depan generasi muda yang bersih dari narkoba.
Dengan adanya program ini, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga mampu menjadi “Duta Anti Narkoba” yang memperkuat benteng pertahanan internal di lingkungan mereka masing-masing. (Diky/Seno)





