Aksi Heroik Nelayan Sendangbiru: Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Hiu Paus yang Terjerat Jaring

- Redaktur

Minggu, 19 April 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, JEJARING INDONESIA – Aksi heroik nelayan kembali terjadi di perairan Sendang Biru, Kabupaten Malang. Seorang nelayan bernama Agus nekat melompat ke laut demi menyelamatkan seekor hiu paus yang terjebak jaring rumpon, Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa dramatis tersebut terjadi sekitar 15 hingga 20 mil dari bibir pantai Sendang Biru. Hiu paus sepanjang kurang lebih enam meter itu terperangkap di jaring dalam kondisi gelisah, sehingga sempat membuat para nelayan ragu untuk mendekat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi penyelamatan dilakukan oleh nelayan atas instruksi nahkoda kapal, Ketemini.
“Saat itu nelayan melihat hiu paus terjerat di rumpon.

Karena termasuk biota dilindungi, akhirnya salah satu nelayan atas arahan nahkoda memutuskan untuk turun langsung membebaskan,” jelas Victor.
Agus mengaku sempat merasa takut saat harus mendekati hiu paus berukuran besar tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak berpikir panjang demi menyelamatkan satwa laut itu.

“Saya langsung lompat. Sebenarnya bingung dan takut kalau terkena kipas ekornya yang besar, tapi waktu itu saya tidak pikir panjang, yang penting ikannya bisa keluar,” ujar Agus.

Menurut Victor, aksi penyelamatan tersebut tidak hanya dilatarbelakangi aturan hukum, tetapi juga kearifan lokal yang masih kuat di kalangan nelayan Sendang Biru. Hiu paus dianggap sebagai hewan yang disakralkan dan diyakini membawa keberkahan.

“Nelayan percaya kalau hiu paus sampai mati atau tidak diselamatkan, bisa membawa musibah dan menjauhkan rezeki mereka,” tambahnya.

Secara regulasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan hiu paus sebagai biota laut yang dilindungi penuh karena pertumbuhannya yang lambat serta populasinya yang terbatas. Selain hiu paus, jenis lain seperti hiu martil dan penyu juga dilarang keras untuk ditangkap maupun dikonsumsi.

Sebaliknya, beberapa jenis seperti hiu botol dan pari tertentu masih diperbolehkan ditangkap sebagai komoditas minyak ikan dan sirip, dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Victor menambahkan, pihaknya bersama tokoh masyarakat terus melakukan sosialisasi kepada nelayan dengan menempelkan daftar jenis ikan yang dilindungi di area pelabuhan Sendang Biru. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah nelayan terjerat masalah hukum dengan Polair maupun TNI AL.

Peristiwa ini menjadi penyelamatan hiu paus pertama yang tercatat pada tahun 2026 di perairan Sendang Biru. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi satu kali pada tahun 2025.

Aksi nelayan seperti Agus dinilai menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat pesisir semakin meningkat.

Sinergi antara kearifan lokal dan kepatuhan terhadap regulasi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia. (Hafid/Diky)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru