TULUNGAGUNG, Jejaringindonesia.com – Ungkapan “in this economy” menggambarkan bagaimana masyarakat harus semakin cermat mengatur pengeluaran di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan. Di tengah kondisi tersebut, anggota DPRD Tulungagung Arif Zainuddin justru menawarkan pilihan makan yang ramah di kantong.
Melalui Warung Soto Seger di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Tulungagung, soto dijual hanya Rp8.000 per mangkok.
Harga tersebut tentu mengundang rasa penasaran. Dengan harga yang relatif murah, masyarakat mungkin bertanya-tanya mengenai rasa, porsi hingga kualitas bahan yang digunakan.
Namun, harga murah tersebut bukan berarti mengesampingkan kualitas. Ayam kampung tetap diolah melalui proses perebusan berjam-jam. Sementara kuah soto dibuat dengan rempah untuk menjaga cita rasa.
Arif Zainuddin mengatakan, konsep tersebut tidak semata-mata mengejar keuntungan. Ada tujuan sosial yang ingin dibangun melalui usaha tersebut, yakni membuka lapangan pekerjaan sekaligus menghadirkan makanan yang terjangkau bagi masyarakat.
“Tujuan kami sederhana, kami ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di masa sulit ini. Kami ingin membuktikan masyarakat menengah ke bawah juga berhak makan nyaman di tempat yang bersih, dengan rasa yang jujur, tanpa harus takut melihat harga,” ujarnya.
Menurut Arif, keuntungan tidak harus selalu diperoleh melalui harga jual yang tinggi. Dengan margin yang lebih kecil, tetapi perputaran penjualan lebih cepat, usaha tetap bisa berjalan dan memberikan manfaat lebih luas.
“Bagi kami, untung sedikit tetapi perputaran cepat dan banyak orang yang terbantu, itu jauh lebih berkah. Karyawan kami bisa bekerja, pembeli bisa makan enak dan kenyang tanpa beban,” tambahnya.
Konsep tersebut juga mendapat respons dari pelanggan. Fredy, salah satu pembeli, menilai harga Rp8.000 cukup membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Dengan harga Rp8.000, menurut saya sangat terjangkau. Rasanya juga enak dan porsinya cukup. Di kondisi sekarang, harga seperti ini tentu membantu masyarakat,” ujar Fredy.
Bagi pelanggan, keberadaan warung tersebut bukan hanya soal semangkuk soto murah. Ada pilihan bagi masyarakat untuk menikmati makanan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung aktivitas usaha yang membuka kesempatan kerja.
Warung Soto Seger pun mencoba membuktikan bahwa di tengah era “in this economy”, usaha tetap bisa tumbuh tanpa harus membuat konsumen merasa berat di kantong.
Soto Rp8.000, perut kenyang, usaha berjalan, dan lapangan kerja terbuka. (Hanik)












