Nggravel Glenmore Banyuwangi, “Unbound Gravel”-nya Indonesia Diikuti 400 Pesepeda dari 5 Negara

- Redaktur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi,Jejaringindonesia.com – Sebanyak 400 pesepeda dari lima negara menantang rute gravel dalam ajang “Nggravel Glenmore” Banyuwangi, Minggu (4/10/2026).

Para peserta datang dari Australia, Belanda, Singapura, Swiss, dan Indonesia. Event ini perdana digelar Mainsepeda berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi.

Peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai spektrum pegowes gravel, mulai dari pesepeda muda hingga senior, atlet profesional maupun debutan.

Nggravel Glenmore menyediakan tiga kategori, yakni kompetitif gravel 100 kilometer (KM) race, kompetitif MTB 100 KM race, serta 80 KM non-race, dengan garis start dan finish di Industri Gula Glenmore (IGG).

Ajang ini bahkan dijuluki sebagai “Unbound Gravel”-nya Indonesia karena karakter rutenya disebut memiliki kemiripan dengan balapan gravel terbesar dan bergengsi di Kansas, Amerika Serikat.

Bagaimana tidak, sekitar 90 persen rute Nggravel Glenmore merupakan jalur gravel. Peserta hanya melewati sedikit aspal dan single track, dengan sebagian besar lintasan berupa tanah, kerikil, serta bebatuan kecil.

Rute tersebut tidak memiliki tanjakan panjang yang berat. Namun, peserta akan menghadapi jalur yang terus menanjak secara halus dan beberapa bagian dengan “sharp hill” atau tanjakan curam dalam jarak pendek.

“Benar-benar mirip Unbound di Amerika,” kata Veri, peserta Gravel 100 KM asal Kediri.

Peserta lainnya, Stephen Lane dari Australia mengaku sudah beberapa kali mengikuti event sepeda di Banyuwangi. Namun, Nggravel Glenmore menjadi pengalaman pertamanya mengikuti balapan gravel di Indonesia.

“Secara umum, saya di sini untuk menikmati pengalaman dan bersenang-senang,” aku Lane.

Peserta asal Yogyakarta, Tika, juga mengaku senang bisa menjajal trek Glenmore. Meski baru pertama kali mencoba rute gravel, ia tetap optimistis mengikuti perlombaan dengan bekal pengalaman dan persiapan dari berbagai kejuaraan balap sepeda di daerah lain.

“Niat saya ikut tidak hanya menyelesaikan perlombaan. Namun juga berolahraga sambil berwisata. Karena di Banyuwangi sudah tidak diragukan lagi, pemandangannya itu selalu spektakuler,” ucap dia.

Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengatakan, karakter lintasan Nggravel Glenmore menawarkan berbagai tantangan bagi peserta.

Menurutnya, sekitar empat kilometer pertama masih berupa jalan beraspal. Setelah itu, peserta masuk ke jalur gravel dengan beragam karakter permukaan.

“Ada bagian bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam. Ada yang ‘rock garden’ menggetarkan badan. Ada pula bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi,” kata Azrul.

Variasi lintasan tersebut, lanjut dia, menjadi salah satu daya tarik Nggravel Glenmore bagi berbagai kalangan pegowes gravel.

“Inilah yang membuat berbagai spektrum pegowes gravel tergiur rute yang memadukan berbagai jenis permukaan ini,” kata Azrul.

Keberadaan Nggravel Glenmore, menurut Azrul, turut melengkapi berbagai event sepeda yang telah digelar di Banyuwangi, seperti Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen KOM, BIG Downhill, BMX Supercross, dan lainnya.

“Sudah sangat komplit Banyuwangi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Glenmore memiliki potensi wisata alam yang kuat. Kawasan tersebut berada di lereng Gunung Raung dengan udara yang segar dan pemandangan yang asri.

“Glenmore juga memiliki berbagai potensi di antaranya sebagai penghasil kakao berkualitas ekspor, serta didukung komoditas lain seperti tebu, karet, dan kopi,” kata Ipuk.

Kehadiran event Nggravel Glenmore ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pariwisata sekaligus produk unggulan Banyuwangi.

“Terimakasih Pak Azrul yang sudah konsisten gelar event sepeda di Banyuwangi. Kami harap event ini dapat menyuntikkan energi baru bagi sport tourism di Banyuwang,” ujarnya Ipuk.

 

Jurnalis: Boby Try Setya

Editor: Hafid

Berita Terkait

Polres Tulungagung Bongkar Arena Judi Sabung Ayam dan Dadu di Desa Bono
14 Ribu Bukti Transaksi Sipundiwangi Banyuwangi Diundi, Warga Dapat Motor hingga Paket Umroh
Aksi Heroik Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara Kejar Pengedar Narkoba, Pelaku Berhasil Ditangkap
Muskercab III PCNU Malang, Siapkan Program untuk Kesejahteraan Nahdliyin
PKB Tulungagung Tegas Tolak Gerai Miras, Plt Bupati Beri Respons.
Dua Pelajar Terluka Usai Motor Vario Tabrak Pohon di Kebalenan Banyuwangi
Laka Maut di Siliragung Banyuwangi: Pengendara Tewas Usai Belok Mendadak di Depan Balai Desa
Miris! Pelajar 14 Tahun Meninggal di Tikungan IBRA Lemahbang Kulon, Motor Tabrak Dump Truk

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 02:34 WIB

Polres Tulungagung Bongkar Arena Judi Sabung Ayam dan Dadu di Desa Bono

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:57 WIB

14 Ribu Bukti Transaksi Sipundiwangi Banyuwangi Diundi, Warga Dapat Motor hingga Paket Umroh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Nggravel Glenmore Banyuwangi, “Unbound Gravel”-nya Indonesia Diikuti 400 Pesepeda dari 5 Negara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Aksi Heroik Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara Kejar Pengedar Narkoba, Pelaku Berhasil Ditangkap

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Muskercab III PCNU Malang, Siapkan Program untuk Kesejahteraan Nahdliyin

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Dua Pelajar Terluka Usai Motor Vario Tabrak Pohon di Kebalenan Banyuwangi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Laka Maut di Siliragung Banyuwangi: Pengendara Tewas Usai Belok Mendadak di Depan Balai Desa

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Miris! Pelajar 14 Tahun Meninggal di Tikungan IBRA Lemahbang Kulon, Motor Tabrak Dump Truk

Berita Terbaru