Bali, Jejaringindonesia.com – Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengular hingga 6,6 kilometer pada Sabtu malam, 26/9/2026, setelah blokade pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengganggu arus penyeberangan Jawa-Bali.
Pada pukul 21.20 Wita, kendaraan masih tertahan hingga kawasan Hutan Cekik dan lalu lintas di sekitar pelabuhan belum sepenuhnya bergerak.
Sejumlah sopir memilih berhenti di tengah antrean sambil menunggu giliran naik kapal. Bambang, seorang sopir truk, mengatakan dirinya sudah tertahan sejak sore tanpa kepastian waktu berangkat.
Sopir lain, I Putu Eka Juliawan, juga mengaku terjebak antrean berjam-jam saat hendak menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk.
Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menguraikan aksi penyampaian aspirasi terjadi di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 15.15 Wita.
“Aksi itu dipicu penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi demi keselamatan pelayaran, termasuk pengaturan muatan kapal LCT yang membawa truk besar dan sedang,” terangnya.
Penyesuaian tersebut dilakukan karena kondisi cuaca dan maritim yang masih tidak stabil. BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi – Pelabuhan Ketapang pada Sabtu pukul 15.00 Wita mengeluarkan peringatan dini angin kencang 10-15 knots dari arah utara serta arus kuat di atas 1,2 meter per detik.
ASDP bersama KSOP juga telah menggelar mediasi dengan perwakilan sopir truk untuk mencari solusi yang tetap mengakomodasi pengguna jasa tanpa mengabaikan keselamatan.
ASDP menyebut area Bulusan diaktifkan sebagai buffer area untuk membantu kelancaran lalu lintas kendaraan di sekitar pelabuhan.
Bintang menambahkan, operasional kapal di Selat Bali sudah dibuka kembali pada malam hari dan pelayaran mulai berjalan lagi sekitar pukul 21.15 Wita.
Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Hafid












