BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Situasi di pintu masuk Dermaga ASDP Ketapang – Bulusan, Banyuwangi berangsur normal pada Sabtu, 26 September 2026 sekira pukul 21.30 WIB malam.
Setelah sempat lumpuh total hampir 7 jam, aktivitas penyeberangan kini kembali dibuka. Kasubnit 1 Turjagwali Satlantas Polresta Banyuwangi, Aiptu Fakih Kariono, S.H. membenarkan penyeberangan sudah dibuka mulai pukul 20.00 WIB.
Menurut keterangan Aiptu Fakih, kelumpuhan terjadi bukan di jalan raya, melainkan akibat aksi pemblokiran yang dilakukan para driver logistik di dalam area parkir ASDP. Titik pemblokiran berada di sekitar MB 4 dan parkiran arah LCM sejak pukul 13.30 WIB.
Akibat blokir di dalam, kendaraan logistik tidak bisa keluar maupun masuk ke kapal. Imbasnya, antrean truk mengular hingga ke badan jalan di depan pintu masuk dermaga, membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Dalam laporan mulai sore tadi pukul 17.30 WIB, antrean truk-truk besar terlihat memadati jalan hingga tidak bergerak. Pintu masuk dermaga bahkan ditutup dengan water barrier oranye.
Pada pantauan terbaru malam ini pukul 21.30 WIB, kondisi sudah jauh membaik. Antrean truk di depan dermaga mulai terurai dan kendaraan sudah bisa melintas.
Arus lalu lintas sedikit terlambat karena bongkaran daripada kendaraan yang trouble tadi, ujar Aiptu Fakih dalam laporan video malamnya dari depan pintu masuk ASDP.
Ia menegaskan, personel Satlantas Polresta Banyuwangi tetap siaga di Dermaga ASDP Ketapang sampai tuntas untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar distribusi logistik dan penyeberangan Bali-Jawa kembali normal sepenuhnya.
Dari pantauan, sejumlah personel dengan rompi hijau stabilo masih berjaga di tengah jalan bersama water barrier. Satu unit truk tangki BBM tampak tertahan di barisan, sementara pengendara motor dan mobil sudah bisa melintas perlahan. Petugas juga mengatur keluar-masuk kendaraan yang baru turun dari kapal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait tuntutan para driver logistik yang melakukan aksi di dalam parkir ASDP tersebut. Pihak ASDP dan kepolisian diharapkan segera melakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: HafidĀ












