BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Oknum anggota Minreskrim Polresta Banyuwangi berinisial C, yang diduga memberikan harapan palsu (PHP) kepada awak media. Bukti percakapan WhatsApp-nya kini beredar. Pada Kamis 17 September 2026.
Dalam chat tersebut, awak media awalnya meminta bantuan sedikit rezeki. Oknum tersebut menyanggupi dengan janji akan mentransfer setelah pulang. Namun janji tersebut tidak terealisasi hingga keesokan harinya.
Karena merasa di-PHP, awak media tersebut kemudian menyampaikan kekecewaannya melalui chat:
“Lak misale pean mulai awal ora iso mbantu, ea mending pean ngmg mulai awal ora iso mbantu mas, aq wes ngenteni malah pean PHP mas ndan. Posisiku soale emang lagi butuh bantuan. Tapi bukan berarty di PHP ngene mas…”
Awak media tersebut juga menegaskan jika memang tidak bisa membantu, lebih baik dikatakan dari awal agar tidak menunggu.
“Lak pean ora iso mbantu gpp mas. Sepurane yo mas, aq wes ngrepotne. Pesen ku maneh2 kedepane ojok Php maneh ya mas.”
Menanggapi hal itu, oknum berinisial C justru membalas dengan alasan kesibukan dan kalimat yang dinilai kurang berkenan:
“Aku due kesibukan masss. Ojo TF smaian TF anakku aee gurung smeoet nmas bossa. Mbok sabar aku koyo due utang Ng smaian aeee bossa. Leknaku sempet ya TK kirimi mas bossa. Gak usah NGNE lah bahnsneee.”
Pernyataan tersebut disayangkan awak media. Pasalnya, awak media hanya menanyakan kepastian atas janji yang telah disampaikan oleh oknum tersebut sendiri, namun respon yang diterima terkesan menganggap awak media seperti menagih hutang.
Hingga berita ini diterbitkan, bantuan yang dijanjikan tersebut belum juga dikirim. Diharapkan pimpinan Polresta Banyuwangi dapat memberikan atensi dan pembinaan agar anggotanya lebih profesional dalam berkomunikasi dan menjaga kemitraan yang baik dengan insan pers.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo












