DUMAI, Jejaringindonesia.com — Proyek pembangunan jembatan penghubung Lubuk Gaung–Batu Teritip yang berada di kawasan perbatasan Kota Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir mendapat sorotan, Selasa (15/09/2026)
Proyek yang disebut bernilai miliaran rupiah tersebut menjadi perhatian setelah kondisi pekerjaan di lapangan dinilai oleh sejumlah pihak perlu mendapatkan pengawasan lebih serius. Salah satu yang disorot adalah material batu yang terlihat berserakan dan berada di sekitar pinggir sungai.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait penataan material dan kualitas pengerjaan proyek. Sejumlah pihak meminta agar pekerjaan tersebut diawasi secara ketat sehingga pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis, kontrak, serta ketentuan yang berlaku.
Sorotan juga diarahkan kepada pihak terkait agar melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau ketentuan kontrak, diharapkan dapat segera dilakukan perbaikan dan evaluasi.
Masyarakat berharap proyek bernilai besar tersebut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan jembatan yang berkualitas, aman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai nilai kontrak, sumber anggaran, progres pekerjaan, spesifikasi teknis, serta alasan material batu berada di sekitar pinggir sungai.
Hingga berita ini disusun, diperlukan klarifikasi dari pihak pelaksana dan instansi berwenang untuk memastikan apakah kondisi yang disorot tersebut memang merupakan pelanggaran spesifikasi pekerjaan atau bagian dari tahapan pelaksanaan proyek.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












