New Sky Kembali Disorot, LHMB Ultimatum: Jangan Ada Aktivitas Sebelum Permasalahan Diselesaikan

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI, Jejaringindonesia.com — Tempat hiburan malam New Sky di Kota Dumai kembali menjadi sorotan. Hal ini menyusul adanya dugaan insiden yang menyebabkan sejumlah orang mendapatkan penanganan medis. Minggu,(6 September 2026 jam 03.30 wib

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai, khususnya terkait dugaan aktivitas tempat hiburan malam yang berlangsung di luar ketentuan jam operasional.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, terlihat sejumlah orang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Namun, penyebab pasti kejadian, kronologi lengkap, serta pihak yang bertanggung jawab masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan aparat penegak hukum.

LHMB Pertanyakan Pengawasan dan Penegakan Perda
LHMB mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap operasional tempat hiburan malam di Kota Dumai.

Panglima Muda LHMB Kota Dumai, Wan Ade Syahputra, menegaskan bahwa setiap aturan yang telah ditetapkan pemerintah harus diterapkan secara konsisten dan tidak boleh tebang pilih.

“Kalau memang terbukti ada pelanggaran jam operasional, pemerintah harus bertindak tegas. Jangan menunggu terjadi persoalan atau korban berikutnya baru dilakukan tindakan,” tegasnya.

Menurut LHMB, penegakan aturan bukan berarti mematikan dunia usaha maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Sebaliknya, pengawasan diperlukan agar seluruh kegiatan usaha berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LHMB Ultimatum Pengelola New Sky
LHMB juga meminta pihak pengelola New Sky tidak menjalankan aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan baru selama permasalahan yang menjadi perhatian publik belum mendapatkan kejelasan.

“Sebelum permasalahan ini selesai dan semuanya jelas, jangan ada aktivitas apa pun yang berpotensi menimbulkan persoalan baru,” demikian sikap tegas LHMB.

LHMB meminta Pemerintah Kota Dumai bersama perangkat penegak Perda melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran jam operasional, legalitas kegiatan, standar keamanan, serta aspek ketertiban umum di lokasi.

Apabila nantinya ditemukan pelanggaran, LHMB meminta sanksi diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Minta Aparat Usut Insiden Secara Transparan
Terkait adanya sejumlah orang yang disebut mendapatkan penanganan medis, LHMB meminta aparat kepolisian melakukan pemeriksaan secara profesional apabila terdapat dugaan tindak pidana.

LHMB menilai identitas korban, penyebab luka, kronologi kejadian, serta pihak-pihak yang terlibat harus dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti.

Organisasi tersebut juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengambil kesimpulan sepihak sebelum proses pemeriksaan aparat selesai.

Pemko Dumai Diminta Tegakkan Aturan Tanpa Tebang Pilih

LHMB menilai persoalan tempat hiburan malam harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Dumai.

Pengawasan, menurut LHMB, tidak semestinya baru dilakukan setelah terjadi keributan atau muncul korban. Pemeriksaan secara preventif dan rutin perlu dilakukan, termasuk terhadap jam operasional, perizinan, keamanan, serta kepatuhan terhadap peraturan daerah.

LHMB juga mengingatkan bahwa kepemilikan izin usaha tidak berarti memberikan kebebasan kepada pengelola untuk mengabaikan ketentuan lain yang berlaku.

“Kami tidak anti-investasi dan tidak anti-tempat hiburan. Tetapi semua harus berjalan sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena lemahnya pengawasan,” tegas LHMB.

LHMB menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong instansi yang berwenang memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat Kota Dumai.

LHMB menegaskan, aturan harus ditegakkan secara adil dan konsisten. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan harus diberikan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku.

Jurnalis : Edo Risky
Editor : Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru