BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Polda Jawa Timur memberikan perhatian serius terhadap kemacetan parah dan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sebanyak 60 personel dengan dukungan 30 unit sepeda motor diterjunkan untuk memperkuat jajaran Polresta Banyuwangi dalam mengurai antrean panjang tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombespol Rahmat Hakim mengatakan, tambahan personel disiagakan penuh untuk memastikan penanganan kemacetan dilakukan secara maksimal selama 24 jam.
“Puluhan personel itu dibagi dalam empat shift, agar dapat mengatur arus lalu lintas di lapangan,” katanya, 7-8 September 2026.
Rahmat menjelaskan, personel tidak hanya melakukan pengaturan arus lalu lintas statis di titik rawan. Mereka juga diinstruksikan berpatroli bergerak (mobile) di sepanjang jalur antrean, serta memberikan prioritas pengawalan terhadap kendaraan dengan kebutuhan mendesak.
“Kami menurunkan kurang lebih 60 personel dengan dukungan 30 kendaraan roda dua untuk membantu Polresta Banyuwangi. Personel bekerja empat shift selama 24 jam, melakukan pengaturan, patroli, termasuk membantu kendaraan yang membutuhkan penanganan khusus seperti ambulans dan masyarakat yang sedang sakit,” ungkapnya.
Menurut Rahmat, penguatan personel dari Polda Jatim akan terus dilakukan hingga kondisi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang berangsur normal. Setidaknya, kekuatan tambahan dari Polda akan dipertahankan sampai panjang antrean kendaraan dapat ditekan hingga di bawah dua kilometer.
“Kami akan mempertahankan penguatan personel sampai antrean bisa turun di bawah dua kilometer. Tetapi tentu masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan dari sisi regulasi lalu lintas darat saja,” tegas perwira menengah berpangkat tiga melati di pundak tersebut.
Rahmat menegaskan, penanganan kepadatan di lintas Ketapang membutuhkan kerja bersama seluruh instansi terkait. Rekayasa lalu lintas di jalur darat harus berjalan beriringan dengan percepatan pelayanan operasional penyeberangan di dalam pelabuhan.
Berdasar hasil pemantauan lapangan, panjang antrean kendaraan bergerak fluktuatif. Pada malam sebelumnya, ekor antrean sempat memanjang hingga 8-9 kilometer.
“Antrean ini sifatnya dinamis. Tadi malam sekitar 8 sampai 9 kilometer, kemudian pukul 04.30 sempat turun menjadi sekitar 1,7 kilometer. Namun siangnya kembali meningkat lebih dari lima kilometer. Karena itu penanganannya harus bersama-sama,” paparnya.
Kementerian Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry telah memberikan dukungan melalui penambahan armada kapal serta penerapan pola TBB (Tiba Bongkar Berangkat) untuk mempercepat penyeberangan. Pemkab Banyuwangi dan Dinas Perhubungan turut memperkuat koordinasi ring luar pelabuhan.
“Semua harus bergerak bersama sesuai tugas masing-masing karena persoalan ini tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja,” tegas Rahmat.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Dirlantas Polda Jatim












