BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Kepadatan arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi kembali meningkat. Penyebabnya adalah pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Ketapang menjadi dermaga movable bridge 50 ton.
Dampaknya, antrean truk logistik dari arah utara memanjang hingga Tikungan Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, sekitar 16 kilometer dari pelabuhan.
Untuk mengurai kemacetan, Polresta Banyuwangi mengerahkan personel di sejumlah titik rawan. Petugas mengatur lalu lintas secara situasional, menjaga simpang tetap terbuka, dan mencegah kendaraan parkir di bahu jalan agar kemacetan tidak meluas ke jalur arteri Pantura Jawa-Bali.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan pengerahan personel bertujuan menjaga kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan di tengah lonjakan volume kendaraan.
“Petugas sudah disebar di titik-titik padat untuk melakukan pengaturan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Rofiq.
Di tengah kepadatan itu, petugas juga memberi bantuan kepada wisatawan mancanegara yang membutuhkan informasi angkutan umum. Aipda Amir bersama personel lain membantu memberikan arahan soal moda transportasi dan lokasi angkutan yang aman agar wisatawan tidak salah arah.
Rofiq menyebut pelayanan di lapangan tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga pada rasa aman dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat serta wisatawan. Menurut dia, Pelabuhan Ketapang merupakan pintu utama penyeberangan Jawa-Bali sehingga kenyamanan pelancong tetap menjadi perhatian.
Hingga kini, Polresta Banyuwangi masih memantau perkembangan arus lalu lintas di kawasan Ketapang dan menyesuaikan pola pengaturan berdasarkan kondisi terkini. Polisi juga mengimbau pengguna jalan untuk bersabar, menjaga jarak aman, tidak saling mendahului, dan mematuhi arahan petugas agar arus cepat terurai.
Banyuwangi, Kamis 3 September 2026.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo












