DOB Riau Pesisir Jangan Dijadikan Ajang Musiman dan Politik Praktis

- Redaktur

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI, Jejaringindonesia.com – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru Riau Pesisir kembali mengemuka menjelang tahun politik. Sejumlah tokoh masyarakat dan ormas di Dumai, Bengkalis, Meranti, dan Rokan Hilir meminta pemerintah pusat dan DPR RI tidak menjadikan rencana pemekaran ini sebagai ajang musiman dan alat politik praktis.

Sekjen LHMB Kota Dumai, A. Rahmnan, menegaskan bahwa pemekaran wilayah harus dilandasi kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar janji saat pemilu.

“Riau Pesisir sudah 15 tahun lebih wacananya muncul. Setiap mau pemilu rame lagi. Setelah itu hilang. Jangan jadikan DOB ini komoditas politik untuk mendulang suara,” ujarnya di Dumai, Senin (25/8/2026).

Menurutnya, masyarakat pesisir butuh kepastian infrastruktur, pemerataan ekonomi, dan pelayanan publik yang lebih dekat. Jika DOB hanya dijadikan wacana tanpa kajian mendalam, dikhawatirkan akan menambah beban APBN dan memecah persatuan.

Hal senada disampaikan akademisi. Ia menilai syarat pembentukan DOB dalam UU No. 23 Tahun 2014 harus dipenuhi secara objektif. Mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya, geografis, hingga kesiapan SDM.

“Jangan sampai DOB lahir karena lobi politik, tapi 5 tahun kemudian daerahnya stagnan. Itu yang terjadi di beberapa DOB lain,” katanya.

Sementara itu, aspirasi pembentukan Provinsi Riau Pesisir sudah lama disuarakan. Wilayah yang diusulkan meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Rokan Hilir. Alasannya: jarak ke Pekanbaru jauh, potensi SDA besar, dan karakteristik budaya Melayu Pesisir yang berbeda.

Masyarakat berharap, jika pemerintah serius, segera bentuk Tim Percepatan dan lakukan kajian komprehensif. Bukan hanya muncul saat butuh dukungan politik.

Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang
Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:02 WIB

ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terbaru